Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir) SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT POTENSIAL

39 Views•3 minutes read

Tanaman gambir merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat potensial yang diperoleh dari daun dan ranting dengan manfaat yang beragam untuk kesehatan karena mengandung berbagai metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid (gambirin), catechins (hingga 51%), zat penyamak (22-40%), pewarna alami  serta senyawa lainnya yang belum digali secara optimal. Secara traditional, oleh masyarakat tumbuhan ini  sering digunakan sebagai bahan campuran sirih, luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, obat kumur, maag, penyakit kulit serta pewarna tekstil.

Secara konvensional pengolahan gambir dilakukan dengan berbagai cara, namun secara umum ekstraksi senyawa bioaktif terutama katecin dilakukan dengan pelarut air. Sumber air yang digunakan untuk mengekstraksi senyawa yang terdapat di dalam daun gambir sangat mempengaruhi perolehan katecin. Studi terhadap 19 spesies gambir sebagai antioksidan menunjukkan bahwa ekstraksi menggunakan etanol dan etyl asetat dari daun menunjukkan aktivitas antioksidan lebih tinggi (IC50, 13,8-16,2 µg/mL) dibanding pelarut air (IC50 27,4 µg/mL) [8, 9]. Ke-empat kultivar yang ada di Sumatera Barat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi [10]. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa flavonoid katecin yang ada di tumbuhan tersebut.

Studi karakterisasi senyawa bioaktif ini dilakukan  pada Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb. kultivar Cubadak, untuk mengetahui profil metabolit sekunder yang terdapat di organ daun, batang, dan akar serta mengukur kadar flavonoid katecin, quercetin, kaempferol yang ada pada ekstrak campuran  daun dan ranting yang diekstrak menggunakan berbagai jenis pelarut. Selain itu juga akan dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH.

Hasil penelitian menunjukkan dari 12 sampel yang diuji sampel olahan-2 gambir yang diekstrak menggunakan etil asetat memiliki  aktivitas antioksidan tertinggi, sedangkan kadar fenol tertinggi terdapat pada sampel gambir olahan-2 yang diekstrak menggunakan etyl asetat, sedangkan kadar flavonoid tertinggi diperoleh pada ekstrak n-heksan sampel campuran daun dan ranting kering.  Kadar katecin tertinggi juga diperoleh pada sampel ekstrak etil asetat olahan-2. Profil metabolomik dari lima sampel gambir menunjukkan jenis metabolit terbanyak adalah lipid (425 jenis), diikuti oleh terpenoid (201 jenis), benzena dan derivatnya (129 jenis), flavonoid (118 jenis), dan alkaloid (96 jenis). Luaran penelitian dalam bentuk artikel ilmiah telah disubmit pada jurnal ilmiah bereputasi Q1 yaitu Bio Integration.

Uncaria gambir Roxb. Cubadak menunjukkan potensi antioksidan yang kuat, dengan profil metabolit LC-MS mengungkapkan berbagai metabolit sekunder, termasuk flavonoid dan alkaloid. Kombinasi olahan-2 (G2) dan ekstraksi etil asetat menghasilkan aktivitas antioksidan DPPH tertinggi, bersama dengan peningkatan kadar TPC, TFC, dan katekin. Aktivitas antioksidan yang kuat, berkorelasi dengan kandungan metabolit yang tinggi, selanjutnya didukung oleh analisis korelasi Pearson.

Dari hasil penelitian indentifikasi senyawa bioaktif pada berbagai sampel Uncaria gambir Roxb. cv Cubadak diketahui bahwa ekstrak gambir memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai uji aktivitas ekstrak gambir sebagai obat herbal, antara lain  uji aktivitas antioksidan secara in vivo, uji aktivitas sebagai anti inflamasi, dan uji antikanker.

Penulis: Yosephine Sri Wulan Manuhara

Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/exploring-the-medicinal-potency-of-uncaria-gambir-w-hunter-roxb-c/

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top