Tim Ayanokoji yang terdiri atas Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin (kiri), Kesya Azka Najhan (tengah), dan Ahmad Sahnun (kanan) berhasil meraih Juara 1 Lomba Artikel Ilmiah Historical Fest 2026 melalui penelitian tentang sejarah perbudakan anak berkedok adopsi. (Foto: Istimewa)

Juara 1 Historical Fest 2026, Mahasiswa Sejarah UNAIR Soroti Sejarah Perbudakan Anak

83 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah (Ilsej) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 1 Lomba Artikel Ilmiah pada Historical Fest 2026. Akun Instagram Historical Fest mengumumkan prestasi tersebut pada Kamis (22/10/2026). Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kompetisi tersebut dalam kategori artikel ilmiah.

Tim Ayanokoji beranggotakan Ahmad Sahnun, Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, dan Kesya Azka Najhan. Nama tim tersebut terinspirasi dari karakter Ayanokoji dalam serial anime Classroom of the Elite sekaligus mencerminkan kedekatan mereka sebagai mahasiswa satu angkatan.

Ketiga mahasiswa tersebut berhasil meraih kemenangan melalui karya yang berjudul Sejarah Perbudakan Anak Berkedok Adopsi. Mereka mengangkat praktik perbudakan yang tetap berlangsung setelah penghapusan perbudakan pada 1860, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih tersembunyi melalui kedok adopsi anak.

Ahmad Sahnun menjelaskan bahwa mereka memilih topik tersebut karena melihat masih sedikit kajian yang membahas praktik perbudakan anak berkedok adopsi. Menurutnya, pembahasan mengenai perbudakan umumnya hanya berfokus pada wilayah atau kelompok tertentu, sedangkan praktik terselubung semacam itu jarang mendapat perhatian.

“Kami melihat setelah penghapusan perbudakan ternyata masih ada praktik-praktik lain yang terselubung, salah satunya perbudakan anak berkedok adopsi,” ujarnya. 

Keunikan tema tersebut menjadi salah satu nilai yang membedakan karya mereka dari peserta lain. Mereka menghadirkan sudut pandang baru mengenai sejarah kriminalitas yang selama ini belum banyak dibahas dalam penulisan sejarah.

Proses penyusunan artikel berawal dari pencarian sumber. Mereka terlebih dahulu memastikan ketersediaan referensi sebelum menentukan topik penelitian. Setelah menemukan sumber yang mencukupi, selanjutnya melanjutkan penelitian menggunakan tahapan metode sejarah.

“Pertama cari sumber, kalo sekiranya sumbernya banyak dan mencukupi baru kami pilih idenya dan lanjut heuristik lagi, verifikasi, interpretasi dan historiografi,” jelas Irsyad.

Tantangan terbesar muncul karena sumber mengenai praktik perbudakan terselubung tidak mudah ditemukan. Karakteristik topik yang berkaitan dengan sejarah kriminalitas membuat tim harus menelusuri berbagai referensi untuk memperoleh data yang memadai.

“Mungkin karena ini sifatnya sejarah kriminalitas terselubung, jadi data data sumbernya juga terselubung,” tambah Kesya.

Kedepannya, tim Ayanokoji berharap artikel ilmiah tersebut dapat terbit dalam jurnal agar hasil penelitian mereka memberikan manfaat yang lebih luas. Mereka juga mengajak mahasiswa lain untuk berani mengikuti berbagai kompetisi penulisan ilmiah.

Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top