Mahasiswa internasional mengikuti praktik pertolongan pertama melalui demonstrasi pembalutan luka menggunakan perban (23/10/2026). (Dok. Tim Dok. Osing 2026)

OSING 2026 Libatkan Mahasiswa Internasional dalam Edukasi Pertolongan Pertama dan Pengembangan UMKM Banyuwangi

63 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari OSING 2026. Program internasional yang berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) ini mendapat pendanaan melalui AGE serta mengintegrasikan pembelajaran lapangan mahasiswa internasional dengan pengenalan budaya, kesehatan, dan konservasi lingkungan di Banyuwangi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung pada 23 dan 25 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi pertolongan pertama bagi mahasiswa internasional serta observasi sanitasi lingkungan dan analisis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Banjar, Banyuwangi.

Mahasiswa internasional berinteraksi dengan pelaku UMKM dalam demonstrasi pembuatan produk sebagai bagian dari pembelajaran dan pertukaran pengetahuan (25/10/2026). (Dok. Tim Dok. Osing 2026)
Mahasiswa internasional berinteraksi dengan pelaku UMKM dalam demonstrasi pembuatan produk sebagai bagian dari pembelajaran dan pertukaran pengetahuan (25/10/2026). (Dok. Tim Dok. Osing 2026)
Edukasi Pertolongan Pertama bagi Mahasiswa Internasional

Pada 23 Oktober 2026, sebanyak 20 mahasiswa internasional mengikuti sosialisasi pertolongan pertama oleh dr. Dolla Doohan. Kegiatan menggunakan metode praktik dan demonstrasi dengan memanfaatkan alat medis dari FIKKIA UNAIR.

Ketua Pengabdian Masyarakat OSING 2026, Dewi Roso Wulan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari pertolongan pertama melalui praktik langsung.

“Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan pengetahuan dasar pertolongan pertama secara langsung. Sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik,” jelas Dewi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan OSING 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk belajar mengenai isu kesehatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif.

Observasi Sanitasi dan Analisis UMKM Desa Banjar

Pada 25 Oktober 2026, mahasiswa internasional melaksanakan observasi sanitasi lingkungan dan analisis SWOT terhadap empat UMKM lokal di Desa Banjar. Kegiatan berlangsung melalui wawancara dan observasi lapangan menggunakan kuesioner kepada pelaku UMKM sasaran.

Program ini bertujuan mengidentifikasi kondisi lingkungan usaha serta memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang pelaku UMKM hadapi. Harapannya, hasil analisis menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Selama kegiatan, pelaku UMKM menunjukkan antusiasme dengan mengajak mahasiswa internasional menyaksikan demonstrasi pembuatan produk secara langsung. Mereka juga berdiskusi mengenai masukan untuk pengembangan produk, termasuk proses produksi, sanitasi, dan pengemasan.

Dorong Pengembangan UMKM Berkelanjutan

Persiapan program berawal dengan observasi Desa Banjar yang memiliki potensi wisata dan UMKM lokal. Tim menyesuaikan kegiatan dengan luaran program AGE sekaligus kebutuhan pengabdian kepada masyarakat di tingkat fakultas.

Dewi Roso Wulan menyampaikan bahwa program tersebut ia rancang agar menghasilkan luaran yang terukur dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Keunggulan program ini terletak pada luaran yang terukur dan dapat diimplementasikan langsung oleh pelaku UMKM. Keterlibatan mahasiswa internasional, termasuk yang memiliki latar belakang ekonomi dan bisnis, diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam menganalisis potensi serta tantangan usaha masyarakat,” ujar Dewi.

Evaluasi berlangsung melalui kuesioner tertulis. Hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah Desa Banjar sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan UMKM.

Melalui OSING 2026, harapannya, pelaku UMKM dapat mengevaluasi proses pembuatan produk, sanitasi, dan pengemasan untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk di tingkat kabupaten.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top