Produk garam spa hasil riset Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR

Tingkatkan Nilai Tambah Garam Lokal, FPK UNAIR Luncurkan Produk Garam Spa 

36 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) meluncurkan produk inovasi berdampak bagi masyarakat dalam acara Airlangga Startup Summit and Innovation Expo (ASSIE) IV 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (6/11/2026) di Atrium Grand City Mall, Surabaya. Salah satu produk yang diresmikan yakni garam spa dari tim peneliti FPK UNAIR di bawah pimpinan Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MPd PhD. 

Anggota tim peneliti, Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc, menjelaskan bahwa riset ini berlatar belakang dari rendahnya harga jual garam grosok petani di pasaran. Melalui pemurnian kandungan kadar NaCl 94 hingga 97 persen, garam tersebut berhasil tim olah menjadi produk perawatan tubuh bernilai tinggi.

“Harga garam grosok di tingkat petani sangat rendah, hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram. Oleh karena itu, kami ingin memberikan added value melalui diversifikasi menjadi garam spa. Selain garam spa, ada pula produk lain seperti mouthwash dan body scrub,” jelasnya. 

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa garam spa ini memadukan garam lokal dengan minyak esensial aromaterapi untuk memberikan efek relaksasi. Produk ini efektif untuk melancarkan peredaran darah, meringankan nyeri otot, meredakan stres, hingga membantu mengatasi masalah insomnia.

Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc (pojok kanan) peluncuran produk Garam Spa pada acara ASSIE IV 2026
Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc (pojok kanan) peluncuran produk Garam Spa pada acara ASSIE IV 2026 (Foto: Humas UNAIR)

“Selain memberikan kesegaran, kandungan senyawa antibakteri alami pada garam ini sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan merawat area kaki. Proses pemakaiannya pun tergolong praktis sehingga sangat mudah masyarakat gunakan,” tambahnya.

Melalui ajang ASSIE IV, tim FPK UNAIR rencananya akan melakukan kolaborasi dengan PT Garam Sumenep untuk mengeskalasi produksi ke skala industri global. “Kami dipertemukan dengan PT Garam Sumenep agar produk ini dapat diproduksi secara massal dan menjangkau pasar yang lebih luas. Harapan utamanya tentu mampu meningkatkan kesejahteraan para petani garam lokal,” jelasnya.

Pada akhir, Dwi menyampaikan pesan pada para mahasiswa dan peneliti agar tidak ragu melakukan riset menggunakan potensi sumber daya laut Indonesia. “Indonesia memiliki sumber daya melimpah, contohnya garam yang sangat potensial untuk dikembangkan, jadi jangan takut untuk mengambil riset yang out of the box,” pungkasnya. 

Penulis: Maulya Afifah Zahra 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top