UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir kebanggaan melalui kiprah para alumninya di kancah nasional dan internasional. Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Dr (HC) Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menerima penghargaan bergengsi Fatima Al-Fihriya Award pada Jumat (6/11/2026).
Penganugerahan tersebut diselenggarakan dalam acara Gala Dinner di Gedung Grahadi, Surabaya. Beberapa tamu penting yang menghadiri acara tersebut termasuk Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sinta Nuriyah Wahid MHum, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi SAg MSi, Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, Association de soutien du Programme MED 21, Larbi Benattia.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNAIR, Prof Ir Amin Alamsjah Msi PhD, hadir secara langsung memenuhi undangan untuk mewakili Rektor UNAIR serta memberikan dukungan dan apresiasi penuh dari seluruh civitas academica. Hadir pula Laksma (Pur) Dr drg Nora Lelyana MHKes FICD sebagai perwakilan dari Pengurus Pusat IKA UNAIR.
“Saya sengaja mengundang perwakilan dari Ikatan Alumni UNAIR meskipun terbatas, karena diseminasi informasi Asosiasi Profesor Muslimat NU ini penting untuk disampaikan lebih luas lagi,” ucap Khofifah dalam sambutannya.
Potret Kepemimpinan Perempuan
Khofifah juga menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan sangat bermakna karena hal itu dapat membuka jalan bagi perempuan lainnya agar dapat belajar, dapat mandiri dan ikut menentukan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Sebagai pemimpin perempuan, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR itu telah memberikan kontribusi yang luar biasa sejak menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di tahun 1999 hingga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur di periode yang kedua.
“Di Jawa Timur, salah satu ikhtiar kami adalah KIP Putri Jawara, program kewirausahaan inklusif dan produktif bagi perempuan. Melalui program ini kami memberikan bantuan modal usaha kepada perempuan yang menghadapi keterbatasan ekonomi, termasuk mereka yang menjadi tulang punggung keluarga,” ulasnya.

Menurut Khofifah, tidak ada seorang pun yang boleh tertinggal termasuk perempuan. Prinsip tersebut, katanya, menuntut siapa pun untuk menjangkau perempuan yang menghadapi hambatan lebih besar. Termasuk perempuan penyandang disabilitas hingga mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
“Ukuran keberhasilan kita adalah apakah mereka akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk belajar, untuk bekerja, menjadi mandiri dan ikut menentukan keputusan yang menyangkut kehidupan mereka. Keikutsertaan perempuan menjadi pengambil keputusan menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan, bargaining position di banyak lini,” lanjutnya.
Pengakuan Dunia
Khofifah menerima penghargaan Fatima Al-Fihriya Award kategori Indonesia Women’s Leadership and Social Empowerment. Anugerah tersebut ia dapatkan atas dedikasi dan kontribusi nyatanya dalam pemberdayaan sosial serta kepemimpinan perempuan.
Selain Khofifah, penghargaan internasional ini juga diberikan kepada tokoh-tokoh perempuan inspiratif dunia lainnya, yaitu H.E. Sinta Nuriyah Wahid (Indonesia) – Kategori Humanitarian Advocacy and Gender Equality; H.E. Dr. Bassima Hakkaoui (Maroko) – Kategori Women’s Empowerment and Social Policy; dan H.E. Neziha Labidi (Tunisia) – Kategori Women’s and Children’s Rights and Family Development.
Apresiasi dan Dukungan Civitas Academica UNAIR
Kehadiran Wakil Rektor UNAIR pada perhelatan ini menegaskan komitmen UNAIR dalam mendukung capaian luar biasa para alumninya yang berkiprah di masyarakat. Prof Amin mengucapkan selamat kepada Khofifah atas anugerah yang ia raih. Menurutnya, ini adalah penghargaan luar biasa bagi perempuan untuk mengabdi di berbagai bidang. Mulai dari pengembangan sumber daya, pendidikan, hingga kemaslahatan hidup masyarakat.
”Saya yakin dengan keberadaan pengakuan ini, Ibu Khofifah sebagai bagian dari UNAIR akan memberikan rekognisi internasional yang luar biasa. Khususnya bagaimana seorang alumni UNAIR itu membawa nama baik ke tingkat internasional dan juga untuk masyarakat luas,” ungkap Prof Amin di sela-sela acara.
Kegiatan penganugerahan ini diselenggarakan atas kerja sama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Ilfi Nur Diana MSi, dan Ketua Asosiasi Profesor Muslimat NU, Prof Dr Hj Amany Lubis Lc MA, serta didukung oleh lembaga internasional Forum Azzahra for Moroccan Women dan Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi alumni UNAIR sebagai penggerak perubahan (agent of change) di tingkat global yang terus mengedepankan nilai kepemimpinan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Penulis: Andi Pramono
Editor: Yulia Rohmawati
