UNAIR NEWS — Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas kerja sama internasional dengan menerima kunjungan delegasi B.S Abdur Rahman Crescent Institute of Science and Technology, India pada Jumat (6/11/2026). Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pleno, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. Pertemuan ini berfokus pada penjajakan kerja sama bidang pendidikan tinggi, riset, serta pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Prof Dr Ardianto SE MSi Ak, menerima langsung jajaran pimpinan institusi tersebut. Delegasi India yang hadir terdiri atas Pro Chancellor Mr Abdul Qadir A Rahman Buhari, Mrs Maryam Rafiath selaku Spouse of the Pro Chancellor, serta Ms Nigar Sultana selaku Assistant Director Centre for International Relations.
Tegaskan Komitmen Penguatan Riset Global
Prof Ardianto menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan delegasi institusi India tersebut. Ia menekankan bahwa UNAIR senantiasa terbuka terhadap kolaborasi strategis yang mampu memperluas wawasan akademik serta dampak sosial kelembagaan di tingkat global.

Ia juga menguraikan potensi besar yang UNAIR miliki dalam pengembangan program pertukaran sivitas akademika dan riset kolaboratif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi serta penguatan iklim riset antarnegara menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.
“Kami menyambut hangat kedatangan Mr Abdul Qadir beserta seluruh rombongan di Universitas Airlangga. Pertemuan ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat mutu akademik, memperluas cakupan riset bersama, serta mengintegrasikan inovasi teknologi yang relevan dengan tuntutan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa UNAIR terus mendorong penyiapan ekosistem kampus yang adaptif terhadap perkembangan dunia industri. Melalui sinergi ini, UNAIR berharap mampu menciptakan nilai tambah bagi mahasiswa, khususnya dalam peningkatan kapasitas kewirausahaan dan keahlian teknis.
“Sinergi antarperguruan tinggi ini bukan sekadar formalitas kerja sama. Melainkan langkah nyata untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti agar memiliki daya saing internasional. Kami optimistis kesepahaman ini membawa dampak positif bagi kedua lembaga,” tegas Prof Ardianto.
Keunggulan Startup dan Teknologi Kampus
Membalas paparan tersebut, Mr Abdul Qadir A Rahman Buhari menjelaskan perjalanan serta kapabilitas institusinya. Berawal dari institusi berbasis filantropi yang mengintegrasikan keagamaan dan sekolah reguler, B.S. Abdur Rahman Crescent Institute kini menaungi 12 sekolah tinggi dengan fokus utama pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sains data, hingga manufaktur chip.
“Kami membagikan pengalaman dalam membangun ekosistem kampus yang mendukung riset serta kewirausahaan. Pusat inkubasi kami telah berhasil memfasilitasi lahirnya ratusan startup mahasiswa yang meraih pendanaan dan penghargaan internasional. Kolaborasi dengan Universitas Airlangga diharapkan dapat mendorong potensi wirausaha muda di kedua kampus,” jelas Mr Abdul Qadir.
Pertemuan tersebut ditutup dengan pembahasan teknis mengenai peluang program magang internasional, pertukaran pelajar, serta efisiensi tata kelola kampus berbasis sistem IT. Kedua belah pihak sepakat menindaklanjuti poin-poin diskusi tersebut ke dalam skema kerja sama konkret.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
