AHPC UNAIR Dorong Promosi Kesehatan Lewat Kolaborasi Lintas Negara

26 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Membangun kampus sehat membutuhkan lebih dari sekadar fasilitas medis. Kebijakan yang responsif, partisipasi warga kampus, dan kolaborasi lintas unit turut menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Melalui Airlangga Health Promotion Center (AHPC), Universitas Airlangga (UNAIR) berupaya memperkuat gerakan tersebut sekaligus menghubungkannya dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Drs Hery Purnobasuki MSi PhD, menjelaskan bahwa penguatan jejaring menjadi salah satu cara memperluas promosi kesehatan. Hal ini termanifratasi dalam keterlibatan AHPC pada UNAIR SDGs CONNECT: 11th IAC Meeting & 5th Health Promotion International Conference 2026 yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026) di Kampus MERR-C UNAIR.

Momentum pertemuan ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN) juga membuka peluang untuk merangkai sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. “Kolaborasi semacam ini sangat krusial agar agenda kesehatan tidak semata-mata menjadi urusan satu unit, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Prof Hery.

Ketua LPMB UNAIR, Prof H Hery Purnobasuki MSi PhD saat menyampaikan sambutan dalam lokakarya transisi energi, Selasa (14/7/2026) (Foto: Humas UNAIR)

Prof Hery menekankan bahwa AHPC berperan mendorong kebijakan dan kebiasaan yang mendukung kesehatan warga kampus. Upayanya mencakup edukasi hidup sehat, pengawasan kawasan tanpa rokok, perhatian terhadap kebersihan kantin, serta pengelolaan sampah.

Namun, unit promosi kesehatan tidak dapat menjalankan seluruh agenda seorang diri. AHPC perlu bekerja sama dengan fakultas, pengelola fasilitas, tenaga kesehatan, dan unit lain sesuai kebutuhan. UNAIR juga memiliki rumah sakit, klinik, serta tenaga ahli yang dapat mendukung edukasi maupun tindak lanjut persoalan kesehatan.

“Kalau kita ingin membangun kampus sehat, kita perlu saling berkomunikasi dan bekerja bersama. Ini rumah kita bersama, jadi semua pihak perlu ikut memperbaikinya,” ujarnya.

Apabila pemeriksaan menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, AHPC dapat berkoordinasi dengan unit kesehatan di lingkungan UNAIR atau merujuk individu ke fasilitas kesehatan yang sesuai. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lain juga membantu mendukung kebutuhan program, termasuk tenaga, instrumen, maupun sumber daya.

Bagi Prof Hery, promosi kesehatan juga berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Kampus perlu memberi perhatian pada kesehatan fisik dan mental, aksesibilitas fasilitas, kebersihan ruang publik, serta kenyamanan seluruh penggunanya, termasuk masyarakat yang berkunjung ke UNAIR.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat SDG yang mendorong pembangunan melalui kerja sama dan perbaikan berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program perlu terlihat dalam perubahan nyata, bukan semata-mata berhenti pada laporan kegiatan atau penilaian.

“Harapannya, kebijakan yang kita susun benar-benar terasa manfaatnya. Kampus harus semakin sehat dan nyaman, sementara seluruh warganya ikut menjaga lingkungan serta peduli terhadap kesehatan satu sama lain,” pungkasnya.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top