Universitas Airlangga Official Website

Aktivitas Anti-kanker Ekstrak Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) melalui Analisis Kadar MCL‑1, Ekspresi EGFR dan p53 terhadap Apoptosis pada Lini Sel Kanker Prostat manusia PC3

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kanker prostat adalah salah satu kanker yang paling sering menyerang pria di seluruh dunia. Kanker ini menyumbang sekitar 7,3% dari kasus kanker baru pada tahun 2022. Toksisitas dan resistensi obat terhadap kanker prostat mulai meningkat sehingga menjadikan kanker prostat tetap menjadi penyumbang tertinggi kematian yang disebabkan oleh kanker. Hal ini mendorong peneliti untuk mencari terapi yang lebih alami yang terdapat pada buah-buahan maupun sayuran namun tetap menjaga efektifitas, kemanan dan terjangkau.

Salah satu pengobatan yang banyak diteliti berasal dari ekstrak Kurma Ajwa. Kurma Ajwa adalah jenis buah kurma khas Timur Tengah yang dikenal sebagai sumber makanan bernutrisi tinggi. Buah ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, asam fenolat, glikosida, dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Kurma Ajwa dapat memicu kematian sel pada berbagai jenis kanker melalui kerusakan mitokondria dan pemecahan DNA.​

Penelitian ini menguji apakah ekstrak Kurma Ajwa dapat membantu melawan sel kanker prostat PC3, yang merupakan pemodelan sel yang merepresentasikan kanker prostat stadium lanjut dan resisten kastrasi. Di laboratorium, peneliti membagi sel PC3 menjadi empat kelompok yaitu kelompok tanpa perlakuan, kelompok yang diberi obat hormonal abirateron asetat, kelompok yang diberi ekstrak Kurma Ajwa, dan kombinasi dari keduanya. Setelah 72 jam, peneliti menilai kelangsungan hidup sel kanker, kadar protein MCL‑1 yang berfungsi untuk melindungi kematian sel kanker, ekspresi reseptor EGFR sebagai reseptor pertumbuhan sel kanker, ekspresi protein p53 sebagai protein yang membantu menekan jumlah sel kanker, serta jumlah sel yang mengalami kematian terprogram (apoptosis).​

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi yang menggunakan kombinasi abirateron dan ekstrak Kurma Ajwa dapat menurunkan kadar protein MCL-1 secara signifikan. Hasil tersebut dilihat dari IC50 yang menunjukkan bahwa kombinasi abiraterone dan ekstrak Kurma Ajwa dapat menekan jumlah sel kanker hingga 50%.

Hasil lainnya terlihat pada ekspresi EGFR dimana hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi abirateron dan ekstrak Kurma Ajwa terbukti memiliki efek paling kuat dalam menurunkan kadar EGFR sehingga dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker.​

Dari sisi protein p53, baik abirateron maupun ekstrak Kurma Ajwa secara tunggal maupun kombinasi mampu meningkatkan ekspresi protein ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengobatan kombinasi maupun tunggal dapat membantu menekan jumlah sel kanker, serta jumlah sel yang mengalami kematian terprogram. Analisis lanjutan dari ketiga hasil diatas menunjukkan bahwa penurunan kadar MCL-1, penurunan kadar EGFR serta peningkatan protein p53 secara bersama‑sama berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kematian pada sel kanker PC3.

Walau demikian, penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium (in vitro), menggunakan sel PC-3, dan bukan langsung pada pasien manusia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi keamanan pada sel normal, menguji efeknya pada hewan coba dan uji klinis sebelum dapat direkomendasikan sebagai terapi bagi penderita kanker prostat.

Penulis: Lukman Hakim, dr., M.Kes., Ph.D.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/anti-cancer-activity-of-ajwa-dates-extract-phoenix-dactylifera-l-/fingerprints/

Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman:

10.4081/aiua.2025.14027 Azis A, Islam AA, Rasyid H, Yustisia I, Hakim L, Bakri S, et al. Anti-cancer activity of Ajwa dates extract (Phoenix dactylifera L.) through analysis of MCL-1 levels, EGFR, and p53 expressions on apoptosis in human prostate cancer cell lines PC3: an in vitro study. Archivio Italiano di Urologia e Andrologia. 2025;97(3):14027. doi:10.4081/aiua.2025.14027