Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Suplementasi Flavonoid dan Subkelasnya Terhadap Antigen Spesifik Prostat (PSA), Parameter Hormonal, dan Risiko Kanker Prostat: Tinjauan Sistematis dan Meta-analisis Uji Klinis Teracak

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang sering diderita oleh pria dan menjadi penyebab kematian akibat kanker yang cukup sering terjadi di dunia. Proses penyakit kanker prostat umumnya terjadi secara perlahan, namun beberapa kasus bersifat lebih ganas, bahkan dapat menyebar ke organ lain. Selama ini risiko kanker prostat banyak dikaitkan dengan faktor usia, genetik, dan hormon. Namun penelitian belakangan ini banyak membuktikan peran pola makan dan zat gizi tertentu yang memengaruhi risiko dan perjalanan penyakit.

Salah satu kelompok senyawa alami yang banyak diteliti adalah flavonoid. Flavonoid adalah senyawa polifenol yang terdapat secara alami dalam berbagai bahan pangan nabati, contohnya buah-buahan, sayuran, kedelai, dan teh hijau. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa flavonoid memiliki peran antioksidan dan antiinflamasi, juga berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun untuk peran klinis flavonoid untuk kanker prostat pada manusia masih belum menunjukkan hasil yang jelas.

Untuk mengevaluasi hal tersebut secara lebih menyeluruh, Azis dkk (2025) melakukan penelitian tinjauan sistematis mengenai efek pemberian flavonoid pada kanker prostat. Penelitian ini mencakup total 9 studi dengan total 420 partisipan, yang terdiri dari pria dengan kanker prostat terkonfirmasi biopsi serta pria yang secara klinis dikategorikan berisiko tinggi kanker prostat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian flavonoid berhubungan dengan penurunan kadar total PSA (Antigen Spesifik Prostat) jika dibandingkan pada kelompok pasien yang tidak diberikan flavonoid. PSA merupakan penanda biologis yang sering digunakan untuk mendeteksi dan memantau kanker prostat. Semakin tinggi kadar PSA pada seseorang, artinya semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya kanker prostat. Penurunan PSA total terlihat pada partisipan yang mengonsumsi flavonoid selama minimal 12 minggu.

Selain PSA, penelitian ini juga menilai efek flavonoid terhadap hormon seks pria, seperti testosteron dan estradiol. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian flavonoid tidak menimbulkan perubahan hormonal yang bermakna secara klinis. Hasil ini menunjukkan bahwa efek flavonoid tidak melalui jalur proses hormonal, sehingga berbeda dengan terapi hormonal atau yang dikenal dengan Terapi Penghambat Androgen, yang merupakan salah satu terapi penting dalam pengobatan kanker prostat. Hal ini tentunya memberikan makna klinis bahwa pemberian obat ini tidak akan mempengaruhi maskulinitas dan kesuburan pria.

Hasil penelitian yang penting lainnya adalah penurunan risiko kanker prostat pada kelompok pria berisiko tinggi. Pada kelompok ini, pemberian flavonoid dihubungkan dengan menurunnya risiko hasil biopsi positif kanker prostat. Hal ini menunjukkan potensi flavonoid sebagai agen pencegahan pada kelompok tertentu.

Dari sisi keamanan, flavonoid dinilai relatif aman dengan efek samping minimal dan walaupun terdapat efek samping, umumnya ringan. Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, flavonoid bukanlah pengganti terapi utama kanker prostat. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan dosis optimal, jenis flavonoid yang paling efektif, serta durasi konsumsi yang ideal.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa perjalanan kanker prostat tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan. Konsumsi pangan kaya flavonoid berpotensi menjadi salah satu cara pencegahan kanker prostat yang lebih menyeluruh dan berbasis bukti ilmiah, terutama pada pria dengan risiko tinggi.

Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman : 

https://doi.org/10.4081/aiua.2025.13645

Azis A, Asadul Islam A, Rasyid H, Hakim L, Bakri S, Bukhari A, Zainuddin AA. The effect of flavonoid and subclasses supplementation on prostate specific antigen (PSA), hormonal parameters and prostate cancer risk: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Archivio Italiano di Urologia e Andrologia. 2025;97(2):13645.