Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Akurasi Deteksi Dini Demam Berdarah: Pengaruh Serotipe Virus dan Status Infeksi pada Antigen NS1

69 Views•2 minutes read

Antigen Non-structural protein 1 (NS1) telah lama menjadi biomarker utama dalam diagnosis dini infeksi virus dengue. Deteksi komponen protein ini memungkinkan konfirmasi penyakit pada fase awal demam, bahkan sebelum antibodi tubuh terbentuk. Kendati demikian, efektivitas deteksi NS1 kerap memicu diskusi ilmiah terkait potensi pengaruh dari variasi serotipe virus maupun status imunitas pasien—apakah infeksi tersebut merupakan infeksi primer atau sekunder.

Guna memahami dinamika tersebut, sebuah evaluasi analitis lintas sektoral dilakukan terhadap 65 pasien rawat inap yang terkonfirmasi positif dengue melalui uji Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Sampel darah diambil dalam kurun waktu lima hari pertama sejak onset demam, dengan median waktu pengambilan pada hari ketiga. Melalui penggunaan STANDARD M10 Arbovirus Panel untuk mengidentifikasi serotipe virus dan STANDARD F Dengue IgM/IgG fluorescence immunoassay untuk memetakan status infeksi, diperoleh gambaran komprehensif mengenai interaksi faktor-faktor biologis ini.

Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pasien, yakni sebanyak 55 orang (84,6%), menunjukkan hasil NS1 positif, sementara 10 orang (15,4%) berada pada kategori NS1 negatif. Dalam pemetaan serotipe virus, ditemukan distribusi yang bervariasi: DENV-1 mendominasi dengan 36,9%, diikuti oleh DENV-3 sebesar 29,2%, DENV-2 sebesar 21,5%, DENV-4 sebesar 9,2%, serta keberadaan infeksi campuran DENV-2 dan DENV-3 sebanyak 3,1%.

Ketika hubungan antarvariabel diuji menggunakan uji statistik Fisher’s exact, data menunjukkan tidak adanya asosiasi yang signifikan secara statistik antara positivitas antigen NS1 dengan jenis serotipe virus dengue (p = 0,969). Fenomena yang sama juga ditemukan pada hubungan antara NS1 dengan status infeksi pasien (p = 0,456).

Temuan ini memberikan konfirmasi ilmiah penting bagi praktisi medis bahwa keberadaan antigen NS1 pada fase awal demam cenderung stabil dan tidak dipengaruhi secara bermakna oleh variasi genetika virus (serotipe) maupun riwayat infeksi dengue sebelumnya pada tubuh pasien. Validitas NS1 sebagai instrumen diagnostik dini tetap kokoh, mendukung ketepatan tata laksana klinis pasien demam berdarah sejak hari-hari pertama manifestasi klinis muncul.

Penulis: Puspa Wardhani

Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/correlation-of-ns1-antigen-and-dengue-virus-serotype-with-infecti/

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top