Universitas Airlangga Official Website

Analisis Epidemiologi dan Perspektif K3: Dampak Zona Warna COVID-19 terhadap Health-Related Quality of Life Tenaga Kesehatan Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

COVID-19 telah berlalu, namun kesempatan untuk belajar dan memperbaiki dari apa yang sudah terjadi tetap menjadi kewajiban. Saat COVID-19 lebih dari 1000 tenaga kesehatan menjadi korban. Tidak hanya mortalitas dan morbiditas, tenaga kesehatan yang dijuluki sebagai garda terdepan mengalami peningkatan beban kerja serta perspektif negatif. Hal ini tidak hanya mempengaruhi tenaga kesehatan secara fisik namun juga mental. Penelitian dengan judul “What is the COVID-19 Risk Zone Colours Impact: Health Related-Quality of

Life of Indonesian Healthcare Workers” ini ingin melihat bagaimana masa dan Zona COVID-19 mempengaruhi kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan sebagai kelompok rentan berdasarkan pengukuran Kualitas Hidup menggunakan kuesioner Short-Form Health Survey (SF-36).

Penelitian ini melibatkan 149 tenaga kesehatan yang aktif bertugas sebagai garda terdepan pada masa COVID-19, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sebagai perwakilan zona orange dan zona merah berdasarkan Risiko Zona Mapping di Indonesia. Selain mengukur kualitas hidup, penelitian ini juga melihat data terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yaitu ketersediaan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD), Skrining Test COVID-19 dari institusi kesehatan tempat tenaga kesehatan bekerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hasil skor kualitas hidup tenaga kesehatan pada zona orange (risiko sedang) lebih tinggi daripada skor kualitas hidup tenaga kesehatan yang bekerja di zona merah (risiko tinggi) baik pada komponen domain fisik dan domain mental. Rata-rata Skor domain mental tenaga kesehatan pada zona orange yaitu 75, sedangkan pada zona merah adalah 66,2, dengan p-value 0,006 (analisis Uji Mann-Whitney). Analisis lebih lanjut berdasarkan aspek ketersediaan fasilitas APD menunjukkan tenaga kesehatan yang mendapatkan fasilitas APD lengkap memiliki skor kualitas hidup lebih tinggi pada domain fisik yaitu 82, domain mental yaitu 76,9 dibandingkan tenaga kesehatan yang hanya mendapatkan fasilitas Sebagian APD dengan skor domain fisik 77 dan domain mental 73. Hal serupa juga terjadi berdasarkan fasilitas skrining tes COVID-19 rutin, tenaga kesehatan yang mendapatkan fasilitas skrining COVID-19 lengkap (Rapid dan PCR) cenderung memiliki skor kualitas hidup paling tinggi dibandingkan tenaga kesehatan yang hanya mendapatkan fasilitas PCR atau Rapid saja, serta yang tidak mendapatkan fasilitas skrining sama sekali.

Hasil ini mengindikasikan bahwa bagaimana kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi pandemi COVID-19 terutama terkait kesehatan para tenaga kesehatan sebagai garda dan pilar kesehatan di Indonesia. Adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat menyumbang pendapat untuk perbaikan kebijakan penguatan sistem kesehatan nasional terutama saat menghadapi pandemia tau masalah kesehatan yang akan datang.

Penulis: Nur Septia Handayani, S.K.M., M.P.H.

Secara lengkap dapat diakses pada artikel kami yang berjudul “What is the COVID-19 Risk Zone Colours Impact: Health Related-Quality of Life of Indonesian Healthcare Workers” pada link:https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/56722/33870