Cacat pada mandibula menyebabkan kelainan bentuk, gangguan fungsional dan estetika wajah yang menyebabkan penurunan kualitas hidup seseorang. Autograft merupakan standar emas karena memiliki sifat osteogenik, osteoinduktif, osteokonduktif dan tidak menimbulkan respon imun. Allograft sebagai alternatif autograft adalah penggunaan scaffold. Perancah sapi umum yang telah dipelajari secara luas adalah DBBM (Bahan Tulang Sapi Deproteinisasi), FDBB (xenograft tulang sapi kering beku) dan dc-FDBB (xenograft tulang sapi kering beku terdeselularisasi). Permeabilitas adalah parameter yang secara kuantitatif mengukur kemampuan media berpori untuk mengalirkan cairan dan bergantung pada kombinasi porositas, ukuran pori, distribusi pori, dan tortuositas. Viskositas yang tinggi dapat menghasilkan permeabilitas yang lebih tinggi. Porositas scaffold tulang rawan deselularisasi meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tulang rawan sapi segar.
Tujuan untuk mengetahui apakah tingkat permeabilitas dc-FDBB memenuhi syarat sebagai scaffold rekayasa jaringan tulang.
Scaffold FDBB, dc-FDBB, DBBM dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok dengan media aquades dan kelompok dengan media gliserol 30%. Uji permeabilitas dilakukan pada masing-masing kelompok dengan cara mengukur debit cairan setiap menit selama 10 menit kemudian menghitung nilai permeabilitasnya. Kemudian dilakukan perbandingan permeabilitas antar scaffold. Volume maksimum aliran fluida per menit ditemukan pada scaffold DBBM, baik dalam media akuades maupun gliserol 30%. Pada kelompok dengan akuades dan kelompok gliserol 30%, nilai permeabilitas tertinggi diperoleh pada kelompok uji scaffold DBBM, dan terendah pada kelompok uji dc-FDBB.
Permeabilitas scaffold dc-FDBB pada penelitian ini menunjukkan nilai yang berada dalam kisaran nilai permeabilitas tulang kanselus manusia sehingga dapat disimpulkan scaffold dc-FDBB pada penelitian ini memenuhi standar permeabilitas scaffold untuk rekayasa jaringan.
Penulis: Prof. Dr. David Buntoro Kamadjaja, drg., MDS., Sp.BM.





