Universitas Airlangga Official Website

Apa Kata Ahli tentang Intervensi Berbasis Mindfulness untuk Penyandang Autisme Berusia Dewasa

Foto by Difabel Tempo

Setiap orang selalu berharap dirinya dapat mengenali diri dengan nyaman dan dapat berinteraksi dengan orang-orang lain secara mutual. Namun ternyata tidak semua orang dapat mencapai harapan tersebut, misalnya yang terjadi pada orang-orang dengan autism. Mereka sulit memahami dirinya dan dunia di sekelilingnya sebagaimana orang pada umumnya.

Autism Spectrum Disorder adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi banyak bagian dari kehidupan penyandangnya. Ini dapat mencakup cara mereka berkomunikasi dan bersosialisasi, perilaku dan minat mereka, serta kepekaan mereka pada beberapa indra.

American Psychiatric Association memperkirakan bahwa sekitar 1% orang terkena autisme. Di antara ini, sekitar 42% orang dewasa dengan autisme mengalami kecemasan. Penyebab kecemasan terkait kuat dengan gejala autisme, yang meliputi masalah komunikasi, perilaku berulang dan terbatas, menutupi situasi sosial, dan menghadapi perubahan. Seringkali untuk mengatasi kecemasan digunakan satu metode yang dikenal sebagai Mindfulness. Tetapi untuk orang dewasa dengan autisme, diperlukan modifikasi untuk mengatasinya yang dapat berbeda untuk setiap pasien.

Oleh karena itu, penting dibuat pedoman untuk profesional dan pasien sehingga profesional dapat membuat rencana yang efektif dalam menangani kecemasan pada orang dewasa dengan autisme. Sebuah penelitian menggunakan metode Delphi dilakukan untuk mendapat jawaban ini. Teknik Delphi adalah metode baru yang banyak digunakan untuk mengembangkan sebuah modul atau kurikulum, dan kebijakan, termasuk di bidang kesehatan. Teknik ini mendasarkan pada pandangan ahli sebagai pelaku atau penerima manfaat dari suatu tindakan yang telah dilakukan atau dijalani. Metode ini memungkinkan perkembangan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan serta dapat diterapkan secara kontekstual.

Metode Delphi dilakukan bersama tujuh orang ahli tentang orang dewasa yang mengalami autisme dan orang dewasa penyandang autisme yang memiliki pengalaman menggunakan Mindfulness. Mereka memberikan pendapat tentang pedoman dalam mengobati kecemasan pada orang dewasa dengan autisme. Pandangan mereka dituangkan dalam laporan ilmiah bertajuk Aspects of Mindfulness-Based Intervention to Reduce Anxiety in Adults with Autism: A Delphi Study. Artikel ini dapat dilihat di Jurnal Primenjena psihologija volume 15, No. 4 tahun 2022 (DOI: 10.19090/pp.v15i4.2382).

Beberapa arahan untuk mengembangkan program penanganan berbasis Mindfulness untuk penyandang autism dewasa disebutkan berikut. Pertama, penting bagi profesional untuk memahami emosi pasien mereka. Profesional harus memahami karakteristik penting dari pasien mereka agar penanganan berlangsung efektif. Profesional juga perlu menjelaskan program yang akan dijalani, menjelaskan  berbagai emosi serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi emosi selama sesi berlangsung.

Kedua, kegiatan dan instruksi perlu dirancanga secara konkret dan terperinci. Kegiatan-kegiatan ini termasuk mindfulness pernafasan dan motorik dengan penuh perhatian. Hindari aktivitas dengan instruksi yang tidak jelas karena pasien mungkin tidak dapat mengikutinya.

Ketiga, konsep metode Mindfulness harus dijelaskan kepada pasien dan disesuaikan dengan pemahaman mereka. Profesional harus menjelaskan kepada pasiennya metode Mindfulness, mengidentifikasi saat-saat cemas dan cara menghadapinya, serta mengajari pasien cara mengelola stres sehari-hari.

Keempat, tugas dan pekerjaan rumah secara teratur adalah suatu keharusan agar ketidakpastian dan kecemasan tidak terjadi. Ketika pasien diberi tugas rutin, mereka akan memiliki harapan tentang apa yang akan terjadi pada sesi mereka. Pemberian tugas juga akan membantu mengurangi ketidakpastian perubahan, yang juga akan mengurangi kecemasan.

Terakhir, dukungan dari orang-orang terdekat penting di luar sesi dan setelah program intervensi. Profesional dan orang terdekat pasien perlu membangun kerja sama untuk memastikan bahwa praktik Mindfulness dapat diterapkan di luar sesi.

Hasil penelitian ini sangat bermangaat bagi para ahli sebagai pedoman untuk menyusun rencana bagi orang dewasa dengan autisme. Hasil penelitian ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang kecemasan orang dewasa dengan autisme, dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi mereka yang membutuhkan. Selama ini program perawatan untuk penyandang autism yang telah dewasa tidak mendapat perhatian. Padahal, keberhasilan program pada anak-anak telah membawa para penyandang autism yang kemudian berusia dewasa dihadapkan pada kebutuhan penyesuaian diri di masyarakat yang lebih lanjut.

Penulis: Endang Retno Surjaningrum

Link Jurnal: https://primenjena.psihologija.ff.uns.ac.rs/index.php/pp/article/view/2382