Universitas Airlangga Official Website

Apakah Kegemukan Berkaitan dengan Risiko Anemia?

Apakah Kegemukan Berkaitan dengan Risiko Anemia?
Sumber: SehatFresh.Co

Selama ini, kondisi kekurangan zat gizi mikro atau micronutrient deficiency sering dikaitkan dengan kekurangan gizi maupun kondisi kurus. Namun, perkembangan ilmu gizi saat ini justru memprediksi bahwa kondisi kegemukan juga berisiko untuk mengalami kekurangan zat gizi mikro, salah satunya kekurangan zat besi atau sering kita kenal sebagai kondisi anemia. Kondisi anemia dalam jangka pendek menunjukkan gejala yang sering dikenal dengan gejala 5L: lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai. Kondisi itu dapat memicu kurangnya produktivitas seseorang, penurunan fungsi kognitif, dan lain sebagainya. Bahayanya, jika kondisi ini terjadi pada wanita hamil kedepannya dapat membawa dampak kesehatan serius seperti gangguan tumbuh kembang janin, pendarahan, hingga kematian. Banyak penelitian telah meneliti hubungan antara kelebihan berat badan/obesitas dan anemia di berbagai kelompok populasi, tetapi hubungan pastinya belum ditentukan dengan jelas. Tinjauan sistematis ini meneliti hubungan antara kelebihan berat badan/obesitas dan IDA pada wanita usia subur (WUS).

Pencarian awal dilakukan melalui beberapa sumber seperti CINAHL, Embase, MEDLINE, SCOPUS, dan Web of Science. Penelitian yang disertakan harus melaporkan setidaknya satu status zat besi dengan/tanpa penanda inflamasi, menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan kelebihan berat badan/obesitas. Secara total, dua puluh tujuh makalah disertakan (dua belas membahas wanita hamil dan lima belas membahas wanita tidak hamil). Secara keseluruhan, sebagian besar penelitian melaporkan tidak ada hubungan antara kelebihan berat badan/obesitas dan konsentrasi hemoglobin (Hb). Namun, hubungan positif dilaporkan lebih sering terjadi pada wanita hamil. Hubungan antara kelebihan berat badan/obesitas dan konsentrasi feritin serum beragam.

Sebagian besar penelitian pada wanita yang tidak hamil melaporkan hubungan positif. Hanya sedikit penelitian yang mengukur hepsidin dan penanda inflamasi, dan mayoritas mengungkapkan peningkatan kadar pada WUS yang kelebihan berat badan/obesitas. Di antara wanita hamil, kelebihan berat badan/obesitas berhubungan positif dengan anemia dan Iron Deficiency Anemia (IDA) tetapi berhubungan negatif dengan defisiensi besi/Iron Deficiency (ID). Sementara itu, wanita yang tidak hamil yang kelebihan berat badan/obesitas berhubungan positif dengan anemia, ID, dan IDA. Kelebihan berat badan/obesitas berhubungan dengan penurunan prevalensi anemia dan IDA tetapi peningkatan prevalensi ID, sementara hubungannya dengan beberapa penanda Fe tidak meyakinkan. Diperlukan penelitian lebih lanjut yang mengintegrasikan penilaian berbagai penanda Fe, penanda inflamasi, dan hepsidin.

Penulis: Qonita Rachmah, S.Gz., M.Sc.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/association-between-overweightobesity-and-iron-deficiency-anaemia

Baca juga: Obesitas Picu Infertilitas pada Pria Usia Produktif