Balikkan Keadaan, Tim FH UNAIR Juara III Legal Opinion Nasional

51 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS –  Delegasi Garutan dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) meraih Juara III Legal Opinion Olimpus Universitas Padjadjaran. Mereka naik peringkat dari babak penyisihan hingga menempati posisi ketiga pada final Jumat–Minggu (2–4/10/2026). Dalam kompetisi tingkat nasional itu, tim membangun argumen yang konsisten dari berkas sampai presentasi.

Delegasi beranggotakan tiga mahasiswa FH angkatan 2024, yakni Dessy Liskawati, Crisya Octaviany Kansil, dan Putu Dian Kirana Resya. Dessy menuturkan bahwa keikutsertaan mereka didorong oleh keinginan mengasah keterampilan praktis di luar bangku perkuliahan.

“Ajang legal opinion ini memberikan kami ruang belajar yang nyata dalam menyusun pendapat hukum secara komprehensif dari awal hingga akhir,” ujar Dessy. 

Dalam kompetisi tersebut, panitia menyodorkan kasus sengketa merger dan akuisisi antarperusahaan yang melibatkan hukum perseroan serta regulasi jasa keuangan. Tim FH UNAIR bertindak mewakili perseroan terbatas yang menghadapi pemutusan kontrak sepihak oleh pihak investor atas tuduhan pelanggaran kesepakatan. 

Menanggapi kasus tersebut, tim memilih strategi dengan mengakui fakta yang ada tanpa menyudutkan posisi klien. “Kami berargumen bahwa pelanggaran yang terjadi bersifat teknis dan masih dalam batas yang dapat diperbaiki, sehingga terminasi sepihak oleh investor tidak memiliki dasar hukum yang kuat,” jelas Dessy. 

Menurut tim, kekuatan utama legal opinion mereka terletak pada konsistensi antara fakta, dasar hukum, dan argumen. Mereka menjaga konsistensi itu, baik dalam berkas maupun presentasi final. Cara delegasi mempertahankan argumennya menjadi indikator penilaian utama oleh para juri.

Mereka mulai menyusun draf pada Juli dan mengumpulkan berkas pada Agustus. Penyisihan bertepatan dengan libur perkuliahan, sehingga tim bekerja secara daring. Mereka mengatasi kendala komunikasi jarak jauh dengan saling memahami kondisi.

Pengumuman keluar pada akhir September, disusul babak final awal Oktober. Tim membagi lima isu dalam kasus di antara anggota. Setiap anggota bertanggung jawab penuh atas jawaban terbaik pada isunya.

Tim mengaku tidak menyangka mereka mendapatkan hasil tersebut. Ke depan, tim ingin menjajal lomba penulisan hukum (legal writing). “Saat penyisihan, berkas kami bernilai terendah, tetapi saat final kami berhasil mencapai posisi ketiga,” ungkapnya. 

Menurut mereka, mahasiswa hukum harus memiliki keterampilan itu. Tim juga berbagi tips bagi mahasiswa lain yang ingin berprestasi di lomba legal opinion. “Cari anggota tim yang saling mengerti, mendukung, dan selalu memberikan yang terbaik,” pesan Dessy.

Penulis: Nabila Afifah Abida

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .
Scroll to Top