Universitas Airlangga Official Website

Bedah Korektif Tingkatkan Fungsi Kaki Anak dengan Blount’s Disease

Infeksi Jamur Fusarium Solani pada Kaki Anak
Sumber: Alodokter

Blount’s disease adalah kelainan pertumbuhan tulang kaki yang menyebabkan tungkai anak membengkok ke dalam. Kondisi ini berbeda dari “kaki mengarah O” yang fisiologis dan biasanya membaik seiring pertumbuhan. Pada Blount’s disease, kelengkungan justru semakin berat karena tekanan berlebih pada sisi dalam lutut. Bila tidak ditangani, anak dapat mengalami nyeri, gangguan berjalan, hingga risiko osteoartritis dini saat dewasa.

Sebuah penelitian di RSUD Dr. Soetomo mengevaluasi kondisi anak dengan Blount’s disease yang menjalani operasi korektif antara tahun 2019–2024. Studi ini menilai perubahan bentuk tulang melalui foto rontgen, fungsi aktivitas sehari-hari melalui skor PODCI, serta faktor tubuh seperti berat dan tinggi badan.

Sebanyak 14 pasien (20 tungkai) berpartisipasi dalam analisis ini. Sebagian besar pasien merupakan anak dengan late-onset Blount’s disease, artinya kelainan muncul setelah usia 4 tahun. Menariknya, lebih dari separuh pasien datang dalam stadium lanjut (Langenskiöld IV–VI), menandakan banyak kasus terdiagnosis terlambat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi korektif menghasilkan perubahan signifikan. Sudut tibiofemoral (TFA), yang menggambarkan tingkat kelengkungan kaki, membaik dari rata-rata -37° menjadi 3° setelah operasi. Sudut mechanical distal femoral angle (MDA) juga menunjukkan perbaikan, dari 34° menjadi 14°. Hasil ini memperlihatkan bahwa operasi berhasil mengembalikan arah pertumbuhan tulang ke posisi lebih normal.

Perbaikan bentuk tungkai juga berdampak pada fungsi. Skor PODCI sebagai penilaian kemampuan aktivitas anak mencapai rata-rata 36, dengan nilai lebih baik pada anak yang mengalami koreksi TFA lebih besar. Artinya, perubahan struktur tulang turut membantu anak bergerak lebih nyaman, stabil, dan percaya diri.

Penelitian ini juga menemukan bahwa 78,6% pasien mengalami obesitas, yang berperan besar menambah beban pada lutut sehingga mempercepat terjadinya kelengkungan. Meskipun demikian, berat badan bukan faktor utama yang menentukan hasil fungsi setelah operasi. Yang lebih berpengaruh justru adalah usia saat operasi, tinggi badan, dan tingkat keparahan kelengkungan sebelum tindakan. Anak yang lebih muda dan lebih tinggi menunjukkan hasil pemulihan fungsi lebih baik.

Temuan ini memberikan pesan penting: semakin cepat Blount’s disease dikenali dan ditangani, semakin baik hasil yang dapat dicapai. Diagnosis dini memungkinkan intervensi yang sesuai sebelum kelainan bertambah berat. Selain itu, pemantauan berat badan dan gaya hidup aktif juga penting untuk mencegah tekanan berlebih pada lutut.

Penelitian ini mendorong pendekatan perawatan yang lebih personal pada setiap anak, termasuk penyesuaian rencana operasi, pemantauan jangka panjang, serta edukasi keluarga tentang pentingnya deteksi dini dan manajemen obesitas.

Penulis : Stefanus Hengkie Marseno, Tri Wahyu Martanto, Lukas Widhiyanto, Yoyos Dias Ismiarto
Judul Artikel : Analysis of functional conditions, radiography, and anthropometry postoperative corrective surgery in Blount disease patients at Dr. Soetomo General Academic Hospital in 2019-2024
Jurnal : Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Tautan : https://doi.org/10.48309/jmpcr.2026.525311.1700