UNAIR NEWS – Kementerian Pendidikan dan Profesi (Penprof) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keperawatan (FKP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seminar beasiswa. Seminar tersebut bertajuk LINE (Learning, Insight, Networking, and Education) 2026: From Apply to Awardee pada Minggu (18/10/2026) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) lantai 3, Kampus MEER-C UNAIR.
Seminar tersebut menghadirkan pemateri yang bernama Endah Nabila Sutrisno Putri, SKep, penerima Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2023, Mawapres 2024, sekaligus peserta student exchange di La Trobe University, Australia, pada 2025. Ia membagikan strategi memperoleh beasiswa, mulai dari persiapan dokumen hingga penyusunan esai yang mampu menarik perhatian reviewer.
Susun Esai dengan Gagasan yang Kuat dan Personal
Endah menekankan pentingnya membangun esai yang tidak sekadar memuat pencapaian, tetapi juga menunjukkan pemikiran, karakter, dan rencana masa depan calon awardee. “Reviewer ga butuh prestasimu, tapi fokus ke pemikiran dan rencana masa depan kamu,” ujarnya.
Ia menyarankan peserta memulai esai dengan kutipan atau motto yang unik, baik dari pemikiran sendiri maupun tokoh terkenal. Selanjutnya, penulis perlu melakukan riset untuk menemukan data pendukung yang relevan dengan tema beasiswa tahun berjalan.
Penulis juga perlu menceritakan latar belakang diri, pengalaman unik, serta pencapaian paling relevan secara proporsional. Bagian terpenting terletak pada rencana masa depan yang konkret dan selaras dengan tema esai, termasuk teknologi dan digitalisasi. Penulis dapat memperkuat gagasan melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan jurusan kuliah dan persoalan yang ingin diselesaikan.
Ia juga mengatakan bahwa penulis perlu menghubungkan kembali motto pembuka dengan visi dan misi penyelenggara beasiswa. Kiasan yang menggambarkan semangat belajar dan komitmen terhadap masa depan juga dapat memperkuat kesan akhir esai.
Sesuaikan Esai dengan Tujuan Beasiswa
Selain isi esai, Endah mengingatkan peserta agar mempersiapkan dokumen secara cermat. CV, transkrip nilai, surat rekomendasi, esai, dan dokumen persyaratan lainnya perlu tersusun rapi serta memenuhi ketentuan penyelenggara.
“Temukan beasiswa yang cocok bagi kalian. Karena setiap beasiswa itu beda-bada.”
Ia menekankan bahwa kunci mendapatkan beasiswa adalah hidup yang dinamis, artinya bisa menyesuaikan terhadap beasiswa yang ia butuhkan. Bukan mengandalkan mindset lolos karena keberuntungan. Menurutnya, beasiswa pemerintah umumnya menekankan gagasan yang berpotensi memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan negara.
Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin
Editor: Khefti Al Mawalia
