Universitas Airlangga Official Website

Blokade Saraf Interkostal untuk Nyeri Tak Terkendali pada Kanker Metastatik pada Tulang Rusuk

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Nyeri adalah gejala umum pada pasien kanker lanjut, dengan sekitar 66,4% pasien mengalami nyeri sedang hingga berat. Salah satu tantangan terbesar dalam pengobatan kanker adalah manajemen nyeri, karena sekitar 80% pasien melaporkan nyeri yang parah, yang mengarah pada penurunan kualitas hidup. Pada beberapa kasus kanker metastatik, terutama yang menyerang tulang rusuk, nyeri menjadi sangat sulit dikendalikan meskipun telah dilakukan pengobatan dengan opioid dan analgesik lainnya. Salah satu pendekatan yang mulai banyak dipertimbangkan adalah penggunaan teknik intervensional, seperti blokade saraf interkostal (ICNB). Teknik ini dapat memberikan pereda nyeri yang lebih efektif, terutama ketika obat-obatan konvensional gagal. Artikel ini mengulas kasus seorang pasien muda dengan kanker rektum stadium IV yang mengalami nyeri tak terkendali akibat metastasis pada tulang rusuk kiri dan berhasil meredakan nyerinya melalui prosedur blokade saraf interkostal dengan bantuan panduan ultrasonik.

Kasus yang dilaporkan melibatkan seorang wanita berusia 23 tahun dengan kanker rektum stadium IV yang disertai metastasis pada hati dan tulang, khususnya pada tulang rusuk kiri ke-7 dan ke-10. Pasien ini mengalami nyeri yang sangat parah pada tulang rusuk kiri, dengan skor Numeric Rating Scale (NRS) antara 8-10. Sebagai pengobatan awal, pasien diberikan fentanyl PCA (Patient-Controlled Analgesia) dan morfin oral, namun nyeri tetap tidak terkendali, dengan 53 kali percobaan PCA fentanyl dalam 24 jam dan total penggunaan 1 gram fentanyl. Setelah upaya pengobatan dengan opioid gagal, pada hari kedelapan pasien menjalani blokade saraf interkostal pada tulang rusuk ke-7 dan ke-10 dengan bantuan ultrasonografi. Prosedur ini menggunakan 20 mg triamcinolone dan 10 mL ropivacaine 0,75%. Dua jam setelah prosedur, pasien melaporkan penurunan signifikan pada nyeri dengan skor NRS 4-5, dan tiga hari setelah prosedur, nyeri rusuk secara keseluruhan berkurang lebih dari 70%. Selain itu, penggunaan opioid harian menurun sebanyak 80% dan dosis tambahan juga berkurang.

Blokade saraf interkostal dengan panduan ultrasonik terbukti efektif dalam mengelola nyeri pada pasien dengan metastasis tulang rusuk, terutama yang mengalami toleransi terhadap opioid. Dalam kasus ini, pengurangan nyeri yang signifikan setelah prosedur blokade saraf memberikan bukti bahwa teknik intervensional dapat mengurangi ketergantungan pada opioid dan efek samping yang terkait, seperti mual, muntah, dan depresi pernapasan. Penggunaan lokal anestesi seperti ropivacaine dan steroid untuk manfaat jangka panjang dapat memberikan pereda nyeri segera, dengan efek bertahan lama. Prosedur ini memberikan alternatif pengobatan yang berpotensi untuk pasien kanker yang tidak merespon terapi konvensional.

Kasus ini menunjukkan bahwa intervensi blokade saraf interkostal adalah pilihan yang efektif untuk manajemen nyeri pada pasien kanker dengan metastasis tulang rusuk yang tidak dapat dikendalikan dengan opioid. Dengan penurunan nyeri yang signifikan dan pengurangan konsumsi opioid, prosedur ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita nyeri kanker yang parah. Teknik ini, yang menggunakan panduan ultrasonografi, juga meningkatkan akurasi dan keamanan prosedur, menjadikannya alternatif yang sangat berharga dalam pengelolaan nyeri kanker metastatik.

Penulis: Herdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.An-TI., FIP

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://apicareonline.com/index.php/APIC/article/view/2652

Wibowo CR, Putri HS, Susilа D. Transforming pain relief: intercostal nerve blocks for intractable pain due to metastatic cancer of the ribs. Anaesthesia, Pain and Intensive Care. 2025 Feb 1;29(1):127–31.