Universitas Airlangga Official Website

Bukti Keterbacaan Catatan Kaki CEO dan Laporan Keuangan yang Sibuk dari Indonesia

Dalam studi ini, peneliti mengeksplorasi isu kontroversial terkait apakah CEO yang sibuk (busy CEOs) lebih mengoptimalkan nilai perusahaan atau hanya menjaga kendali terkonsentrasi dalam struktur dewan, memengaruhi alokasi insentif melalui mekanisme tata kelola perusahaan. Fokus penelitian ini melampaui kinerja keuangan untuk mencakup laporan teks yang rinci, terutama footnotes dalam laporan keuangan, yang disajikan kepada pemangku kepentingan. Penelitian ini menyoroti bahwa kejelasan dan keterbacaan catatan kaki keuangan dapat dipengaruhi oleh atribut busy CEOs, dan bahwa hal ini dapat mempengaruhi kemampuan pemangku kepentingan untuk menilai kesejahteraan keuangan perusahaan dengan akurat. Penelitian kami bertujuan untuk menyelidiki apakah kehadiran seorang busy CEOs mempengaruhi keterbacaan laporan keuangan. Peneliti optimis bahwa temuan akan memberikan kontribusi pada pengembangan literatur mengenai dampak busy CEOs dan pemeriksaan keterbacaan teks dalam pengungkapan perusahaan. Pengukuran CEO yang digunakan dalam penelitian kami diadaptasi dari penelitian sebelumnya (Harymawan et al., 2019), sedangkan untuk menilai keterbacaan, kami mengambil wawasan dari penelitian-penelitian sebelumnya, termasuk yang dilakukan oleh Bonsall dan Miller (2017), Harymawan et al. (2020), Kim et al. (2019), Lehavy et al. (2011), dan Rennekamp (2012). Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut difokuskan pada konsep analisis keterbacaan dalam konteks laporan korporat, dengan harapan menambah pemahaman terkait hubungan antara atribut busy CEOs dan keterbacaan laporan keuangan.

Metode dan hasil

Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pertimbangan dan kriteria tertentu, yaitu: (a) Perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010–2018 dan menerbitkan laporan tahunan, (b) Perusahaan dengan Standar Klasifikasi Industri 0–8 dan tidak termasuk SIC 6 (Keuangan, Asuransi, dan Real Estate), dan (c) Memenuhi kelengkapan data pada variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Sebagai hasilnya, peneliti memperoleh sampel akhir sebanyak 2518 sampel. Uji kami menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki busy CEOs akan melaporkan catatan pada laporan keuangan dengan cara yang langsung dan lebih mudah dibaca. Hasil kami kuat karena kami juga telah melakukan uji ketahanan menggunakan PSM, CEM, dan Model Heckman. Uji ini membuktikan bahwa dapat mengatasi masalah kausalitas, endogenitas, dan bias serta menunjukkan hasil yang konsisten. Selain itu, kami juga menemukan bahwa perusahaan dengan hasil biaya audit yang tinggi yang tidak memiliki RMC akan memiliki hubungan negatif yang signifikan dalam keterbacaan catatan pada laporan keuangan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukannya.

Penulis : Iman Harymawan, Melinda Cahyaning Ratri, dan Eka Sari Ayuningtyas

Jurnal: Busy CEO and financial statement footnotes readability: evidence from Indonesia