Enam mahasiswi mengenakan jas almamater dan memegang bendera UNAIR sambil menunjukkan sertifikat kemenangan lomba. Mereka berdiri membelakangi gedung rektorat Universitas Indonesia.

Ciptakan Platform Intervensi Perilaku Remaja, Mahasiswa UNAIR Raih Silver ISIF 8

63 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) meraih silver medal dalam International Science and Invention Fair (ISIF) ke-8. Dalam kompetisi itu, mereka mengusung Behavix, platform intervensi perilaku untuk membantu remaja meningkatkan regulasi diri dan mengenali risiko perilaku seksual kompulsif. Kompetisi berlangsung di Universitas Indonesia (UI), dengan presentasi pada Kamis (15/10/2026) dan pengumuman penghargaan pada Sabtu (17/10/2026).

Tim Behavix terdiri atas Nadya Najwa Farikha, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); Cantika Aprilia Jelita, Fakultas Psikologi (FPsi); Shima Maharani Onessis dan Nabila Risha Juliana mahasiswa Fakultas Vokasi (FV); serta Mega Prihatiningsih dan Nabillah Eka Safitri dari Fakultas Hukum (FH). Mereka menggabungkan perspektif psikologi, teknologi, dan hukum untuk merespons tantangan perilaku remaja.

Mereka mengusung Behavix dalam sebuah karya yang bertajuk “Personalized Behavioral Intervention Platform to Enhance Self-Regulation and Reduce Compulsive Sexual Behavior Risk Among Adolescents”. Platform ini menjadi sarana pencegahan dan pendampingan awal, bukan pengganti layanan psikolog profesional.

Cantika Aprilia Jelita menjelaskan, Behavix membantu pengguna mengenali pola perilaku dan membangun kebiasaan yang lebih terarah. “Platform ini bukan untuk menggantikan psikolog, tetapi lebih pada pencegahan dan membantu pengguna mengatasi PMO (Porn, Masturbation, Orgasm),” jelasnya.

Sebelum merancang platform, tim melakukan survei terhadap sekitar 300 responden dan wawancara di SMA Negeri 2 Lamongan serta SMK Muhammadiyah 5 Babat. Hasilnya menjadi salah satu dasar penyusunan fitur yang sesuai dengan kebutuhan remaja.

Behavix mengadaptasi teori regulasi diri Albert Bandura dan model perilaku Fogg. Fitur check-in harian, journaling, dan pelacakan progres membantu pengguna merefleksikan kebiasaan serta memantau perubahan perilaku. Platform juga memberikan rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Menurut Cantika, rekomendasi perlu mempertimbangkan waktu dan situasi pengguna agar relevan untuk diterapkan. Pendekatan personal ini diharapkan membantu pengguna membangun rutinitas positif melalui saran yang sesuai dengan keseharian mereka.

Tim turut mempertimbangkan privasi dalam pengembangan Behavix. Platform menggunakan login berbasis nama pengguna serta menyediakan fitur pencadangan dan pemulihan data. Behavix berbentuk progressive web app (PWA), sehingga dapat diakses melalui peramban.

Dalam penerapannya, Behavix menempatkan pengguna sebagai pihak yang mengevaluasi kebiasaan, bukan sekadar menerima arahan. Catatan harian dan pemantauan progres dapat membantu pengguna melihat pola yang berulang serta menentukan langkah perbaikan. “Platform Behavix ini hanya sebagai dukungan dan tidak dimaksudkan untuk menangani kondisi yang membutuhkan bantuan profesional,” jelasnya.

Ke depan, tim berencana menyempurnakan platform, termasuk mempertimbangkan proses persetujuan etik dan pengembangan aplikasi. Langkah ini diperlukan agar fitur, keamanan, dan penerapannya semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna. “Ke depannya, aplikasi ini akan kami masukkan ke google play store supaya dapat membantu para remaja,” imbuhnya.

Prestasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang dapat melahirkan inovasi yang menggabungkan teknologi dan pemahaman perilaku. Melalui Behavix, tim berharap remaja memiliki sarana awal untuk mengenali kebiasaan diri dan mengembangkan regulasi diri secara lebih sehat.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top