Tiga mahasiswa UNAIR berfoto bersama usai menerima penghargaan dalam Diponegoro Business Case Competition

Mahasiswa UNAIR Raih Juara II The 18th DBCC lewat Strategi AREK

52 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) meraih juara dua dalam The 18th Diponegoro Business Case Competition (DBCC). Mereka meraih prestasi itu melalui strategi AREK untuk meningkatkan konversi pengguna Kredivo di kalangan Gen Z pekerja di Surabaya. Tim tersebut terdiri atas Irvan Betrando Banjarnahor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Virga Lintang Kirana dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), serta Azza Almira Lalitya dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Pengumuman pemenang berlangsung pada (17/10/2026) di Universitas Diponegoro, Semarang.

Tim mengidentifikasi tantangan Kredivo dalam mengubah ketertarikan calon pengguna menjadi transaksi. Analisis conversion funnel membantu mereka memetakan hambatan, mulai dari pengenalan merek hingga registrasi dan penggunaan layanan.

Hasil analisis menjadi dasar penyusunan AREK Strategy, singkatan dari Activate, Reach, Educate, dan Konversi. Irvan menjelaskan bahwa tim perlu memahami karakteristik target sebelum memilih kampanye. “Sebelum kita bikin solusi, kita analisis dulu kira-kira Gen Z ini sifatnya bagaimana. Cenderung ke mana dan tertarik pada kampanye seperti apa,” jelasnya.

Pada tahap Activate, tim mengusulkan ambassador lokal dari pengguna Kredivo dengan riwayat pembayaran baik untuk membantu edukasi produk di komunitas. Tahap Reach mereka wujudkan melalui booth interaktif di pusat perbelanjaan, kampus, dan acara komunitas. Lengkap dengan kuis, simulasi pembayaran, serta pendampingan registrasi.

Tahap Educate menghadirkan Financial Health Check untuk membantu Gen Z memahami kondisi keuangan dan risiko kredit. Sementara itu, tahap Konversi mencakup KrediMatch Blind Date dan AREK Discover untuk menghadirkan pengalaman sosial serta membantu pengguna menemukan promo dan merchant yang relevan. Pendekatan ini juga mendorong calon pengguna memahami layanan sebelum menggunakannya.

Pembagian tugas mengikuti keahlian masing-masing anggota. Azza berkontribusi pada analisis dan aspek teknologi, Virga menangani pertimbangan teknis dan operasional, sedangkan Irvan berfokus pada analisis bisnis serta proyeksi dampak.

“Diskusi dan persiapan lomba ini itu dilaksanakan bertepatan dengan UTS, jadinya kami perlu membagi waktu agar lebih efektif dan terselesaikan semua,” jelasnya. 

Bagi Irvan, DBCC menjadi kesempatan menguji gagasan dan belajar dari peserta lain. Prestasi ini menunjukkan pentingnya riset dan kolaborasi lintas disiplin dalam merancang solusi bisnis. 

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top