Gingivitis atau keradangan pada gusi merupakan gejala awal dari penyakit periodontal yang dikarakteristikkan dengan gusi yang meradang terlihat secara klinis gusi menjadi kemerahan, mudah berdarah, gusi bengkak. Faktor lokal pada gingivitis adalah dari kolonisasi mikroorganisme bakteri yang terdapat pada plak gigi yang menempel pada permukaan gigi sebagai biofilm. Biasanya terapi gingivitis adalah dengan scaling dan root planning serta pengobatan menggunakan antibiotik. Akan tetapi jika scaling dan root planning tidak dilakukan dengan baik akan menyebabkan masalah lagi, oleh sebab itu penggunaan antibiotik menjadi lebih lama, yang dapat menyebabkan resistensi terhadap obat antibiotik.
Tanaman sereh (Cymbopogon citratus) mempunyai komponen aktif seperti essential oils yang mengandung citronella, citronellol, dan geraniol yang dapt mengganggu metabolisme bakteri atau membunuh sel bakteri. Daun dan batang dari sereh mengandung alkaloids, saponins, tannins, polyphenols dan flavonoid. Saponin dan essential oil merupakan grup kimiawi yang mempunyai efek merusak bakteri. Ekstrak dari sereh dapat menjadi terapi alternatif untuk gingivitis tanpa menyebabkan resistensi antibiotik. Studi penelitian ini melihat efek antibakteri dari ekstrak komponen aktif sereh yang diuji pada pertumbuhan bakteri supragingival untuk pasien gingivitis. Penelitian ini diukur menggunakan pengukuran spektrofotometri. Ekstrak dari batang sereh dibuat menjadi 8 konsentrasi yaitu, 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25 %, 3.12%, 1.56% dan 0.78%
Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan bakteri supragingival pada pasien gingivitis dapat dihambat oleh ekstrak batang sereh (Cymbopogon citratus), dengan konsentrasi minimal untuk menghambat adalah 12.5% dan 68%. Efek antibakteri dari ekstrak batang sereh ini disebabkan oleh kandungan bioaktif seperti essential oils, flavonoids, saponins, tannins dan alkaloids.
Penulis: Dr. Shafira Kurnia Supandi, drg., Sp.Perio.





