UNAIR NEWS – Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga menyelenggarakan International Community Development di Pantai Sine, Tulungagung. Temannya adalah “Community Empowerment and Tourism in Sine Beach, Tulungagung, East Java, Indonesia.”
Salah seorang tim Ari Prasetyo menyatakan, pengabdian tersebut menjadi sarana berjejaring dan berkolaborasi antar-mahasiswa kimia UNAIR dengan mahasiswa asing. Hal itu juga menjadi wadah pengenalan budaya dan karakter masyarakat Indonesia kepada mahasiswa asing.
“International Community Development tersebut wujudkan kolaborasi di Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur,” katanya.
Adapun programnya adalah Advancing UMKM trough Coconut Leaf Stick Handcrafting; Utilisation of Coconut Meat into VCO (Virgin Coconut Oil) to Improve the Economy of the Residents of Kalibatur Village, Tulungagung; dan Marketplace Education for the Young Generation of the Sine Beach Community Regarding Techniques for Organizing Sales Strategies for Local Processed Products.
“Program ini tentu adalah bentuk implementasi dari praktik bidang ilmu kimia. Karena di sini dalam prosedur pelaksanaan dan pembuatan produknya melibatkan kemampuan yang sudah didapat selama kuliah,” ujarnya.Â

Dukung Point SDG’sÂ
Kegiatan tersebut tentu bukan sekadar pelaksanaan proker saja, namun juga bentuk perwujudan point SDG’s bagi Indonesia yang lebih maju. Dengan Advancing UMKM through Coconut Leaf Stick Handcrafting, peserta menciptakan produk unik yang menarik bagi pasar yang lebih luas. Sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi komunitas mereka.
Advancing UKM itu juga menjadi wadah yang mendukung poin ke-1 dan 2. Yaitu, Pemberdayaan Masyarakat dan Penghapusan Kemiskinan serta poin ke-11. Yakni, kota dan komunitas berkelanjutan.
Sedangkan, Utilisation of Coconut Meat into VCO (Virgin Coconut Oil) to Improve the Economy of the Residents of Kalibatur Village, Tulungagung, adalah target pemanfaatan daging kelapa yang nantinya akan dibuat menjadi VCO sehingga menambah nilai jual dari kelapa sendiri untuk meningkatkan perekonomian warga. Tentu hal itu dapat mendukung SDG’s poin ke-7, yaitu Energi Bersih. Dan, terjangkau serta poin ke-3, yaitu kesehatan dan kesejahteraan.
Selain itu, Marketplace Education for the Young Generation of the Sine Beach Community Regarding Techniques for Organizing Sales Strategies for Local Processed Products menjadi wadah untuk edukasi Marketplace pada Generasi Muda Masyarakat Pantai Sine Mengenai Teknik Mengatur Strategi Penjualan Produk Olahan Lokal untuk mendukung ekonomi lokal dan pemberdayaan generasi muda di daerah Pantai Sine,”
“Marketplace Education ini mendukung SDG’s poin ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin ke-17 yaitu Kemitraan untuk Tujuan,” kata Ari.
Tentu kegiatan itu menjadi wadah dalam pemberdayaan masyarakat dengan cara mengidentifikasi masalah-masalah lokal yang ada. Selain itu dengan berkolaborasi bersama masyarakat setempat dan merancang solusi yang relevan sesuai kondisi masyarakat, hal itu menjadi bentuk kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan upaya mengatasi kemiskinan di negara-negara mitra.
“Ini juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara institusi pendidikan di berbagai negara dengan Menjalin kerjasama dan kolaborasi antar Institusi Pendidikan Tinggi melalui program International Community Development. Dan, nantinya juga mendorong kerja sama lintas batas dalam penyelesaian masalah global bersama,” katanya.
Sebagai tambahan, kegiatan tersebut juga diikuti oleh mahasiswa asing dari S3 Kimia dan FKM seperti Musbahu Adam (Nigeria), Enna (Myanmar), Musa (Nigeria), dan Jessy (Gambia). Selain itu, terdapat 5 mahasiswa University Malaya yang juga turut serta berperan dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui program-program berbasis peningkatan SDGs. Yang berlangsung pada 9-15 Agustus 2023 di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kec Kalidawir, Kab. Tulugagung, Prov. Jawa Timur..
Penulis: Monika Astria Br Gultom
Editor: Feri Fenoria





