Dharma Wanita Persatuan UNAIR Edukasi Lansia Bahaya Hipertensi

43 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-72 Universitas Airlangga (UNAIR), Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNAIR menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi bagi 50 lansia di Aula Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dosen FIKKIA UNAIR Banyuwangi, dr Muhammad Nazmuddin MSc PhD. Melalui penyuluhan tersebut, peserta mempelajari faktor risiko hipertensi, dampaknya terhadap organ tubuh, serta langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

Dalam pemaparannya, dr Muhammad Nazmuddin menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah pada pembuluh darah arteri berada di atas batas normal secara menetap. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena sering kali tidak menimbulkan gejala meskipun dapat merusak organ tubuh secara perlahan.

“Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala sehingga disebut silent killer atau pembunuh diam-diam,” jelasnya.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. Hipertensi juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pembuluh darah retina.

Ia turut mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan konsumsi garam sehari-hari. Kelebihan natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Karena itu, masyarakat perlu membatasi penggunaan garam saat memasak dan memperhatikan kandungan garam dalam makanan.

Untuk mencegah hipertensi, dr Muhammad Nazmuddin memperkenalkan prinsip CERDIK, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Dr Muhammad Nazmuddin MSc PhD berinteraksi dengan lansia dalam kegiatan penyuluhan kesehatan di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi (10/10/2026) (Foto: Humas UNAIR)

Selain membatasi garam, masyarakat dapat menjaga pola makan dengan memperhatikan konsumsi lemak. Ia menjelaskan bahwa lemak tidak hanya berasal dari minyak goreng, tetapi juga dari santan, daging, gorengan, susu, dan keju.

Masyarakat dapat memilih sumber lemak yang lebih sehat, seperti ikan, alpukat, kacang tanpa garam, dan minyak zaitun. Pengolahan makanan dengan cara mengukus atau merebus juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan minyak.

“Kontrol tekanan darah untuk melindungi organ tubuh dan menjaga hidup lebih sehat,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, DWP UNAIR mendorong lansia untuk lebih peduli terhadap tekanan darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Penerapan pola hidup sehat diharapkan membantu masyarakat mengurangi risiko komplikasi hipertensi dan menjaga kualitas hidup.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top