UNAIR NEWS – Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, R Muhammad Browijoyo Santanumurti SPi MSc PhD, mengungkap potensi probiotik dalam mendukung produktivitas dan kesehatan organisme budidaya melalui International Fisheries and Aquaculture Stream Talks (iFAST), Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Universitas Airlangga (UNAIR) dengan Faculty of Fisheries and Aquaculture Science, Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Dalam paparannya bertajuk “Probiotic and Its Application in the Aquaculture Industry”, Brawijoyo menjelaskan bahwa perkembangan industri akuakultur perlu diimbangi dengan pengelolaan pakan, kesehatan organisme, dan kualitas air. Ia menyebut produksi akuakultur global pada 2022 telah mencapai 94,4 juta ton, melampaui produksi perikanan tangkap sebesar 91 juta ton.
“Bagaimana kita memenuhi permintaan makanan laut yang terus meningkat? Kita dapat melakukannya melalui kegiatan akuakultur,” jelasnya.
Probiotik Tingkatkan Efisiensi Pakan
Browijoyo menuturkan bahwa kualitas pakan dalam budidaya UNAIR tidak hanya bergantung pada kandungan nutrien, tetapi juga kemampuan organisme untuk mencerna dan menyerap nutrien tersebut. Pada budidaya intensif, efisiensi pakan menjadi penting karena nutrien kompleks membutuhkan proses pencernaan sebelum dapat dimanfaatkan tubuh.
“Bahkan dengan pakan berkualitas tinggi, pemanfaatan nutrien tetap bergantung pada saluran pencernaan. Proses pencernaan dan penyerapan yang efisien sangat penting sebelum nutrien keluar dari saluran gastrointestinal,” paparnya.
Lebih lanjut, Brawijoyo mengatakan bahwa probiotik dapat berperan sebagai growth promoter dengan menghasilkan enzim pencernaan yang membantu memecah nutrien kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Browijoyo menambahkan, probiotik juga dapat membantu penyerapan mikronutrien, vitamin, dan asam lemak tak jenuh ganda serta mendukung kesehatan permukaan usus. “Probiotik dapat meningkatkan penyerapan nutrien dengan membantu tubuh memecah kandungan nutrisi dalam pakan,” ujarnya.
Tekan Patogen dan Jaga Kualitas Air
Selain mendukung pertumbuhan, probiotik berpotensi meningkatkan ketahanan organisme terhadap penyakit. Sistem akuakultur menghadapi ancaman dari parasit, bakteri, virus, dan fungi, dengan bakteri menjadi salah satu persoalan utama. “Untuk mengatasi ancaman penyakit tanpa bergantung pada obat sintetis, kita dapat menggunakan probiotik,” jelasnya.
Probiotik, imbuhnya, dapat memperkuat bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bacillus sekaligus menekan patogen seperti Vibrio. “Di dalam saluran pencernaan, probiotik akan berkompetisi dengan bakteri buruk sehingga ruang bagi bakteri tersebut menjadi lebih sedikit. Probiotik juga menghasilkan senyawa alami seperti asam laktat, bakteriosin, dan hidrogen peroksida yang dapat menekan bakteri berbahaya,” ungkap Browijoyo.
Keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan organisme budidaya. Probiotik membantu mempertahankan integritas lapisan mukosa dan mencegah ketidakseimbangan mikroba yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Tidak hanya pada organisme, riset dan pengembangan akuakultur di UNAIR juga dapat memanfaatkan potensi probiotik untuk pengelolaan lingkungan budidaya. “Untuk meningkatkan kualitas air, probiotik dapat mengubah amonia dan nitrit menjadi nitrat yang lebih aman,” katanya. Melalui berbagai mekanisme tersebut, probiotik dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan, ketahanan penyakit, dan pengelolaan kesehatan dalam industri akuakultur.
Penulis: Abraham Chrisanta Putra
Editor: Yulia Rohmawati
