Tim Ksatria Airlangga Sabet Juara III GREATS Polinema Vol.10

33 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Dunia digital terus berkembang, hal tersebut memacu semangat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk berinovasi di bidang teknologi digital. Dalam National Business Plan Competition GREATS Politeknik Negeri Malang (Polinema) Vol.10 pada Minggu (27/9/2026), Ksatria Airlangga berhasil membawa pulang gelar juara tiga.

Mereka terdiri dari Fernanda Adrio Farezi (Manajemen Perkantoran Digital), Audrey Sheren Natacya BR Perangin Angin (Perbankan dan Keuangan), serta Virga Lintang Kirana (Teknik Industri).

Inovasi bisnis yang mereka usung berangkat dari ketimpangan antara potensi barang bernilai guna yang tertahan tanpa pemanfaatan optimal dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap opsi konsumsi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

“Proyek ini berangkat dari ketimpangan antara potensi barang bernilai guna yang tertahan tanpa pemanfaatan optimal dengan tingginya permintaan masyarakat akan opsi konsumsi yang hemat dan ramah lingkungan. Melalui sistem terpusat, pengguna bisa mengalirkan kembali aset mereka secara praktis tanpa beban operasional mandiri,” terang Fernanda.

Dengan standarisasi kondisi produk yang terukur serta sinergi bersama pelaku usaha lokal, solusi digital ini berhasil mengalihkan potensi barang tak terpakai menjadi nilai ekonomi baru yang berdampak positif bagi ekosistem.

Komposisi tim yang berasal dari rumpun keilmuan berbeda melahirkan perbedaan pandangan saat merumuskan prioritas antara idealisme konsep, efisiensi eksekusi lapangan, dan kalkulasi risiko bisnis. “Komposisi tim dari prodi berbeda melahirkan diskusi yang berbeda, terutama dalam merumuskan prioritas antara idealisme konsep dan kalkulasi bisnis. Kuncinya ada pada komitmen terhadap transparansi data dan perdebatan berbasis objektivitas, bukan asumsi personal,” tambahnya.

Perjalanan meraih kemenangan di GREATS Polinema menjadi uji ketahanan fisik dan adaptabilitas yang ekstrem. Tim harus melakukan transisi maraton dari Surabaya menuju Malang segera setelah menyelesaikan agenda kompetisi sebelumnya.

“Tantangan terbesar di GREATS ini adalah uji ketahanan fisik. Kami harus transisi langsung dari Surabaya ke Malang segera setelah selesai lomba sebelumnya. Waktu persiapan sangat sempit dan kami hanya sempat tidur berkisar satu jam sebelum mematangkan materi,” ucap Fernanda.

Di tengah kelelahan fisik dan persaingan ketat melawan tim-tim unggulan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Brawijaya (UB), kedewasaan komunikasi serta soliditas tim menjadi kunci utama untuk tetap tampil maksimal hingga akhirnya menorehkan prestasi juara tiga.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati 

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .
Scroll to Top