UNAIR NEWS – Dalam kerja sama antara Indonesia dan Jepang di bidang industri, penguasaan bahasa saja belum cukup untuk menjembatani komunikasi kedua belah pihak. Hal ini dirasakan langsung oleh Sukma, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga, yang melaksanakan program magang sebagai interpreter bahasa Jepang di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Program magang selama satu bulan, pada bulan Juli hingga Agustus 2026, ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mengenai dunia kerja seorang interpreter sekaligus menjadi sarana penerapan kemampuan berbahasa Jepang.
Selama program magang berlangsung, Sukma mendapat bimbingan dari mentor yang secara rutin membagikan wawasan mengenai profesi interpreter dan industri otomotif. Melalui bimbingan tersebut, Sukma memperoleh pengetahuan baru mengenai mekanis kendaraan roda dua, prospek karier interpreter, serta pemahaman mengenai budaya kerja di perusahaan patungan Indonesia–Jepang tersebut. Pengetahuan tersebut penting karena untuk menjadi seorang interpreter tidak cukup dengan menguasai bahasa saja, tetapi juga harus memahami bidang yang sedang diterjemahkan.
Pembelajaran juga datang dari para interpreter lain di perusahaan tersebut. Melalui diskusi dan interaksi sehari-hari, Sukma mengasah penggunaan bahasa Jepang dalam dunia kerja serta mendapat banyak ilmu baru dari pengalaman mereka. Dari situ, ia mulai melihat pilihan karier yang bisa ditempuh setelah lulus nanti.
Pengalaman ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Ilmu bahasa Jepang yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan langsung dalam lingkungan kerja yang nyata. Melalui program magang ini, Sukma belajar hal-hal yang tidak selalu didapat di ruang kelas, seperti memahami bidang yang diterjemahkan, cara berkomunikasi di lingkungan kerja, dan budaya kerja di perusahaan Indonesia–Jepang.
Melalui program magang ini, Sukma tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan wawasan industri, tetapi juga mendapat gambaran nyata tentang kesiapan yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai interpreter.
Penulis: Sukma Khoirul Putri
