Fakultas Vokasi Perkuat Kapasitas Kader TBC di Banyuwangi melalui PINTAR-TB

51 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk PINTAR-TB (Penguatan Kapasitas Kader melalui Integrasi Terapi Herbal Adjuvan dan Literasi Radiologi dalam Mendukung Penanggulangan Tuberkulosis) pada Jumat-Sabtu (9-10/10/2026) di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Program ini menjadi wujud kontribusi UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan tersebut berkolaborasi bersama Puskesmas Tegalsari untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, tercatat 3.057 kasus TBC pada 2025, meningkat dari 2.940 kasus pada 2024.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tegalsari, Nunuk Sulistyawati SSTKeb bersama Ketua Pelaksana Pengmas, Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah STrKes MT.

“Melalui PINTAR-TB, kami ingin membekali kader dengan pengetahuan yang aplikatif, mulai dari pemahaman penyakit TBC, pemeriksaan radiologi, hingga pemanfaatan herbal sebagai terapi pendamping. Kader memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” ujar Alifatus.

Program PINTAR-TB menghadirkan edukasi tuberkulosis oleh Aisyah Widayani ST MT literasi pemeriksaan radiografi toraks oleh Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah STrKes MT serta pemanfaatan herbal adjuvan oleh Dr Iif Hanifah Nurrosyidah SFarm Apt Mfarm.

Selain penyampaian materi, kader mengikuti demonstrasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang tersedia di lingkungan Puskesmas Tegalsari. Kegiatan tersebut memperkenalkan potensi sumber daya lokal sebagai sarana edukasi kesehatan, dengan menekankan bahwa herbal tidak menggantikan pengobatan antituberkulosis.

Fakultas Vokasi UNAIR menyelenggarakan kegiatan pengmas PINTAR-TB di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi (9-10/10/2026) (Foto: Istimewa)

Demonstrasi turut didukung oleh Ayub Manggala Putra STrKes MSc, dosen Teknologi Radiologi Pencitraan; dan Rizky Amalia Sinulingga SAk MAB, dosen Departemen Bisnis Fakultas Vokasi UNAIR. Mahasiswa Rayhan dan Bagus dari Teknologi Radiologi Pencitraan serta Rizki dari Pengobat Tradisional (Battra) turut berpartisipasi.

Sebagai luaran kegiatan, tim UNAIR menyerahkan buku saku PINTAR-TB dan produk herbal kepada Puskesmas Tegalsari. Buku saku tersebut dirancang sebagai panduan praktis bagi kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Salah satu kader kesehatan dari Desa Tegalsari, Ani Sulistyo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan tambahan mengenai pemeriksaan radiologi. “Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang pemeriksaan foto rontgen dada yang sebelumnya belum banyak kami pahami. Buku sakunya juga sangat membantu karena bisa kami gunakan kembali saat memberikan edukasi kepada warga,” ujar Ani.

Kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Selain mendukung SDG 3, program ini berkontribusi terhadap SDG 4 melalui peningkatan literasi kesehatan dan SDG 17 melalui kemitraan perguruan tinggi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui PINTAR-TB, Fakultas Vokasi UNAIR berharap kader semakin berdaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung penanggulangan TBC secara berkelanjutan di Banyuwangi.

Penulis: Ayub M. Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top