Universitas Airlangga Official Website

Efek α-mangostin pada Apoptosis dan Respon Inflamasi Pulpa Gigi dalam Model Tikus Wistar

Ilustrasi gigi (Sumber: sehatq)


Manggis (Garcinia Mangostana) adalah buah asli Asia Tenggara yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Senyawa aktif dalam kulit manggis, seperti α-mangostin, menunjukkan efek terapeutik, termasuk anti-inflamasi, antibakteri, antijamur, dan antikanker. Artikel ini membahas sifat anti-inflamasi α-mangostin dan kemampuannya dalam memodulasi respons pulpa gigi terhadap cedera. Vitalitas pulpa gigi sangat penting untuk dipertahankan dalam perawatan gigi. Penggunaan 2-Hydroxyethyl Methacrylate (HEMA) dalam sistem perekat gigi sering digunakan dalam menumpat gigi menggunakan bahan komposit tetapi dapat berdampak negatif pada pulpa gigi. Penelitian ini mengeksplorasi efek α-mangostin pada peradangan gigi dan apoptosis dengan model tikus Wistar..
Persiapan eksperimental α-mangostin (kemurnian > 98%) dilakukan dengan mencampurnya bersama polietilen glikol konsentrasi 12,5 μg/ml. Sebanyak 42 tikus Wistar dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penelitian ini sudah dilakukan layak etik. Gigi tikus molar pertama rahang kiri atas dibur menggunakan bur tungsten carbide dengan kedalaman media. Aplikasi HEMA sebagai kelompok kontrol dan penambahan α-mangostin pada kelompok perlakuan, setelah itu dilakukan analisis apoptosis pada sel pulpa serta jumlah neutrofil, makrofag, dan limfosit pada jaringan pulpa gigi melalui analisis histopatologi.
Proses inflamasi akut dimulai dari 24 jam sampai dengan 72 jam. Sel apoptosis pada jaringan pulpa gigi menurun seiring waktu, dengan α-mangostin mengurangi sel apoptosis secara signifikan. Jumlah neutrofil meningkat, tetapi menurun pada pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Limfosit dan makrofag tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Dengan lebih sedikit neutrofil melepaskan pro-inflamasi sitokin seperti TNF-α dan IL-1β, rangsangannya diperlukan untuk aktivasi NF-κB berkurang, sehingga melemahkan kaskade inflamasi.
Di bawah kondisi normal, NF-κB tidak aktif di sitoplasma dan berikatan pada IκB. Aktivasi terjadi apabila ada rangsangan seperti sitokin, ROS, LPS, LDL teroksidasi, dan COX, yang memicu IκB rilis, memungkinkan NF-κB untuk bertranslokasi ke nukleus untuk mengatur mediator inflamasi seperti TNF-α, IL-1, VCAM, dan ICAM. kemampuan HEMA untuk mengganggu sinyal kemotaksis dan mengubah sinyal local lingkungan mikro melalui stres oksidatif dapat mengganggu perekrutan neutrofil dan kelangsungan hidup, semakin melemahkan aktivasi NF-κB.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ekstrak manggis memiliki banyak manfaat, termasuk sifat antioksidan, anti-tumor, anti-alergi, anti-inflamasi, antibakteri, dan antijamur. Pengobatan dengan α-mangostin dapat melemahkan struktur biofilm dan memecah biofilm streptococcus mutans. Selain itu, α-mangostin dapat meningkatkan kematian sel karsinoma sel skuamosa oral dengan memicu jalur kematian internal. α-mangostin juga memiliki efek anti-inflamasi yang penting dalam mengatasi peradangan yang disebabkan oleh kerusakan sel, seperti paparan zat berbahaya. HEMA dapat memodulasi respons imun dengan mengganggu jalur pensinyalan kemotaktik.
Dalam penelitian ini, pengobatan α-mangostin mengurangi respons peradangan dengan menurunkan jumlah neutrofil,
Efek pada sel-sel lokal dapat mengubah pelepasan mediator proinflamasi, seperti sitokin dan kemokin, yang semakin menekan aktivitas neutrofil. Dengan berkurangnya infiltrasi neutrofil, aktivasi jalur NF-κb dapat terhambat. Kurangnya neutrofil yang melepaskan sitokin pro-inflamasi mengurangi stimulasi untuk aktivasi NF-κb dan melemahkan respons inflamasi. HEMA dapat menciptakan lingkungan mikro yang tidak menguntungkan untuk neutrofil, seperti asidosis lokal dan hipoksia, tanpa mempengaruhi makrofag dan limfosit. α-mangostin berinteraksi dengan NF-κb dan mengurangi peradangan pada makrofag selama cedera paru tikus. HEMA mengganggu pensinyalan kemotaktik dan mengubah lingkungan mikro melalui stres oksidatif, yang dapat mempengaruhi rekrutmen dan kelangsungan hidup neutrofil. α-mangostin dapat menjadi agen terapeutik untuk mengelola peradangan pulpa gigi, serta meningkatkan regenerasi jaringan dan mengurangi risiko peradangan kronis. α-mangostin tampaknya memodulasi respons inflamasi dan apoptosis dalam jaringan gigi, penting untuk menjaga vitalitas pulpa.
Terapi dengan menggunakan α-mangostin dapat mengurangi peradangan yang dimediasi neutrofil dan mencegah apoptosis. α-mangostin yang merupakan zat aktif dari ekstrak kulit manggis dapat dijadikan agen terapeutik untuk mengelola pulpa gigi terhadap peradangan, seperti karies yang mendalam. Potensinya untuk melindungi vitalitas pulpa, meningkatkan jaringan regenerasi, dan mengurangi risiko kronis peradangan bisa mengubah pendekatan mengobati pulpitis dan radang gigi lainnya
Penulis: Tim
Referensi: Febriastuti Cahyani, Widya Saraswati, Adioro Soetojo, Meircurius Dwi Condro Surboyo, Anggi Wahyu Nur Cahyani, Sofi Arnesti Wahab, Muhammad Akmal Fatin Wiratmadja, The effect of α-mangosteen on apoptosis and inflammatory responses in a Wistar rat model of dental pulp inflammation. Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research, 2025, 7(9), 1979-1986.