Universitas Airlangga Official Website

Efek Infeksi COVID-19 Jangka Panjang Terhadap Kualitas Semen pada Penyintas COVID-19

Ilustrasi by Kompaspedia

Beberapa penelitian telah menunjukkan efek jangka pendek COVID-19 pada kualitas air mani, tetapi tidak sebanyak efek jangka panjangnya. Studi lanjutan ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang COVID-19 pada kesuburan pria dengan membandingkan parameter air mani pasien yang pulih dari infeksi COVID-19. Metode yang digunakan yaitu empat belas subjek berusia >18 tahun yang memiliki riwayat infeksi COVID-19 sembuh dengan bukti sebelumnya hasil swab PCR nasofaring positif SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi laboratorium, dan memiliki riwayat infertilitas sebelumnya setelah infeksi COVID-19 berdasarkan bukti analisis air mani dalam waktu 6 bulan atau lebih direkrut dalam penelitian ini. Analisis parameter semen dari keempat belas subjek dilakukan meliputi volume semen, pH, konsentrasi spermatozoa, persentase motilitas total, progresif, non-progresif, dan imotil, persentase morfologi, leukosit, eritrosit, dan parameter spermatozoa yang belum matang. Analisis semen yang diperoleh dari analisis semen saat ini dibandingkan dengan hasil analisis semen awal individu, yang diperoleh pada fase resolusi infeksi COVID-19,6 bulan atau lebih lama dari analisis semen saat ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pH menurun secara signifikan dalam analisis semen lanjutan, dengan baseline vs. lanjutan 7,9 vs 7,4 (p=0,002; 95%CI=0,3-0,67). Konsentrasi spermatozoa rata-rata juga menurun secara signifikan, dengan baseline vs lanjutan 78,5 juta/mL vs 37,4 juta/mL (p=0,013; 95%CI=7,5-74,5). Terakhir, rata-rata jumlah spermatozoa yang belum matang juga menurun secara signifikan, dengan baseline vs lanjutan 2,5 juta/mL vs 0,4 juta/mL (p=0,006; 95%CI=0,37-4,03). Tidak ada perbedaan signifikan yang didokumentasikan untuk parameter semen lainnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu setelah 6-7 bulan pemulihan dari gejala COVID-19, analisis semen lanjutan menunjukkan penurunan pH sperma, konsentrasi spermatozoa, dan jumlah spermatozoa yang belum matang. Temuan ini menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 dapat memiliki dampak jangka panjang pada infertilitas pria.

Penulis: Christian Christopher Sunnu, Jefry Albari Tribowo, Widya Juwita, Andri Rezano, Reny I’tishom, , Supardi, Ria Margiana

Judul: The long-term impact of COVID-19 infection on semen quality of the COVID-19 survivors

Link: https://sciencescholar.us/journal/index.php/ijhs/article/view/10501