Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin yang menyebabkan gangguan metabolisme. Radikal bebas berperan dalam terjadinya hiperglikemia dan kerusakan sel, yang berujung pada nefropati diabetik yang ditandai dengan hipertrofi glomerulus, glomerulosklerosis, proteinuria, hipertensi, dan disfungsi ginjal. Kondisi ini merupakan penyebab utama penyakit ginjal serta komplikasi kardiovaskular. Antioksidan berperan menetralkan kerusakan akibat radikal bebas. Obat herbal kini banyak dikembangkan untuk mengurangi efek samping obat sintetis seperti pioglitazon yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, edema, dan gangguan saluran pencernaan.
Tanaman sawo (Manilkara zapota L.) berasal dari famili Sapotaceae mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tanin, kuinon, dan steroid yang memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, serta nefroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun sawo terhadap gambaran histopatologi ginjal pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan.
Sebanyak dua puluh lima ekor mencit jantan sehat (Mus musculus), berumur tiga bulan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, kontrol diabetes, pioglitazon 2 mg/kg BB, ekstrak daun sawo manila dosis 100 dan 300 mg/kg BB. Pengamatan histopatologi difokuskan pada nekrosis, degenerasi, dan kongesti. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney.
Pemberian ekstrak daun sawo manila memperbaiki gambaran histologi ginjal mencit diabetes. Kedua dosis menurunkan tingkat nekrosis, kongesti, dan degenerasi karena kandungan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin. Flavonoid berfungsi sebagai penangkap radikal bebas, mengatur enzim metabolisme karbohidrat, dan meningkatkan sekresi insulin melalui perbaikan sel β pankreas. Penurunan kadar glukosa melindungi nefron dari kerusakan akibat hiperglikemia, sehingga memperbaiki fungsi ginjal. Hasil serupa antara kelompok perlakuan ekstrak daun sawo manila dosis 100 dan 300 mg/kg BB diduga karena kejenuhan reseptor atau interaksi antar senyawa, sehingga peningkatan dosis tidak selalu berarti peningkatan efek.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo manila mampu memperbaiki kerusakan ginjal pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Perbedaan yang signifikan (p=0,001) antar kelompok pada semua parameter. Kelompok kontrol diabetes memiliki skor lesi tertinggi, sedangkan kelompok normal menunjukkan struktur ginjal normal. Kelompok perlakuan ekstrak dosis 100 dan 300 mg/kg BB dan pioglitazon menunjukkan skor lesi yang lebih rendah. Kelompok ekstrak daun sawo dosis manila 300 mg/kg BB menunjukkan penurunan paling signifikan pada nekrosis dan kongesti, sementara ekstrak daun sawo manila dosis 100 mg/kg BB menunjukkan perbaikan paling baik pada degenerasi. Efek nefroprotektif ini dikaitkan dengan aktivitas antioksidan yang mencegah kerusakan ginjal akibat stres oksidatif, sehingga mendukung potensi daun sawo sebagai terapi alami untuk nefropati diabetik.
Penulis : Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si
Referensi terkait tulisan di atas:
https://www.als-journal.com/1225-25
Putra, Y. A. S., Solikhah, T. I., Setiawan, B., Miftakhurrozaq, R. (2025). Effects of Sapodilla Leaf Extract (Manilkara zapota L.) Administration on the Histopathological Presentation of Kidney Tubules and Glomeruli in Alloxan-Induced Mice. Advancements in Life Sciences, 12(2), 317-323.





