Nyeri neuropatik merupakan tantangan besar dalam pengobatan nyeri kronis karena sifatnya yang menetap dan respon yang buruk terhadap obat analgesik konvensional. Pada nyeri neuropatik, perubahan molekuler kompleks terjadi baik di sistem saraf pusat maupun perifer, seperti peningkatan sitokin inflamasi dan aktivasi jalur sinyal seluler. Salah satu sitokin utama yang berperan dalam nyeri inflamasi adalah TNF-α, yang berkontribusi pada sensitisasi perifer dan sentral. Selain itu, jalur mitogen-activated protein kinase (MAPK), khususnya ekstraseluler signal-regulated kinase (ERK), berperan penting dalam memperburuk nyeri neuropatik. Meskipun beberapa obat konvensional seperti pregabalin digunakan untuk mengelola nyeri neuropatik, efek samping dan dosis tinggi yang diperlukan membatasi penggunaannya. Oleh karena itu, pendekatan baru seperti ekstrak kakao yang mengandung senyawa polifenol dengan sifat anti-inflamasi dan anti-nociceptive menjanjikan untuk digunakan sebagai terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sinergis ekstrak kakao yang dikombinasikan dengan pregabalin pada penurunan ekspresi TNF-α dan ERK, serta pengaruhnya terhadap mekanisme nyeri neuropatik.
Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test-only control group dengan empat kelompok tikus percobaan yang diberi perlakuan berbeda: kelompok kontrol (K-) menerima placebo, kelompok 1 (K1) menerima pregabalin 60 mg/kgBB, kelompok 2 (K2) menerima pregabalin 60 mg/kgBB + ekstrak kakao 1 mg/gBB, dan kelompok 3 (K3) menerima pregabalin 30 mg/kgBB + ekstrak kakao 1 mg/gBB. Nyeri neuropatik diinduksi menggunakan model cedera konstriksi kronis (CCI) pada saraf sciatic tikus. Setelah tujuh hari perlakuan, dilakukan evaluasi terhadap ambang nyeri menggunakan tes von Frey, serta pengukuran kadar TNF-α serum dan ekspresi ERK di otak melalui analisis histologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok CCI + placebo (K-) menunjukkan peningkatan signifikan dalam kadar TNF-α serum (78,5 ± 3,6 pg/mL) dan ekspresi ERK positif di otak (28,3 ± 2,8 sel/HPF), serta ambang nyeri yang sangat rendah. Kelompok yang diberi pregabalin 60 mg/kgBB (K1) menunjukkan penurunan TNF-α menjadi 55,2 ± 2,9 pg/mL dan ekspresi ERK menjadi 20,1 ± 2,1 sel/HPF. Kelompok yang menerima kombinasi pregabalin dan ekstrak kakao (K2 dan K3) menunjukkan penurunan TNF-α yang lebih signifikan, dengan kadar 30,1 ± 2,2 pg/mL untuk K2 dan 35,4 ± 2,4 pg/mL untuk K3. Ekspresi ERK juga menurun lebih lanjut pada kelompok kombinasi, dengan K2 menunjukkan 10,7 ± 1,4 sel/HPF dan K3 menunjukkan 12,9 ± 1,6 sel/HPF. Tes von Frey menunjukkan bahwa kelompok kombinasi memiliki ambang nyeri yang lebih tinggi dibandingkan kelompok pregabalin monoterapi, yang mengindikasikan peningkatan toleransi terhadap nyeri.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kakao dengan pregabalin menghasilkan efek sinergis dalam mengurangi kadar TNF-α dan ekspresi ERK, yang berhubungan dengan perbaikan ambang nyeri pada model nyeri neuropatik. Ekstrak kakao, kaya akan polifenol seperti epicatechin dan catechin, memiliki potensi anti-inflamasi yang memperkuat efek pregabalin dalam mengurangi inflamasi perifer dan sentral. Efek sinergis ini menunjukkan bahwa ekstrak kakao tidak hanya menghambat reaksi inflamasi, tetapi juga mengatur jalur sinyal seluler yang terlibat dalam sensitisasi saraf, menjadikannya tambahan yang efektif untuk pengobatan nyeri neuropatik.
Kombinasi ekstrak kakao dengan pregabalin terbukti efektif dalam mengurangi nyeri neuropatik dengan menurunkan kadar TNF-α dan ekspresi ERK, serta meningkatkan ambang nyeri pada model tikus. Penurunan signifikan dalam tanda-tanda inflamasi perifer dan sentral menunjukkan potensi sinergis antara kedua bahan ini dalam mengelola nyeri neuropatik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak kakao sebagai terapi tambahan yang aman dan efektif dalam pengelolaan nyeri neuropatik pada manusia.
Penulis: Herdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.An-TI., FIP
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://theaspd.com/index.php/ijes/article/view/4011
Alexander Suyadi M, Sulistyo Putri H, Surya Airlangga P, Sumartono CW. Synergistic Effect of Cacao Extract and Pregabalin on TNF-α and ERK MAPK Expression in a Rat Model of Neuropathic Pain [Internet]. Vol. 11, International Journal of Environmental Sciences.





