Karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak terjadi pada anak-anak di dunia. Secara global, prevalensi karies gigi permanen mencapai sekitar 29% dengan jumlah kasus sekitar dua miliar, sedangkan karies gigi sulung yang tidak mendapatkan perawatan mencapai 514 juta kasus. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa upaya promotif dan preventif kesehatan gigi sejak usia sekolah masih diperlukan.
Pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan mulut merupakan faktor penting dalam menjaga kondisi gigi anak. Namun, metode edukasi kesehatan yang bersifat konvensional sering kurang menarik sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi terbatas. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah edutainment, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan melalui permainan, cerita, drama, maupun aktivitas interaktif. Pendekatan ini semakin efektif ketika melibatkan interaksi teman sebaya karena anak dapat belajar melalui diskusi, kerja sama, dan pengalaman sosial.
Metode
Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edutainment berbasis interaksi teman sebaya dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan mulut siswa sekolah dasar usia 6–12 tahun. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Web of Science hingga Juli 2025 menggunakan pedoman PRISMA. Kualitas penelitian yang terpilih dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tool.
Penelitian yang dianalisis mencakup studi randomized controlled trial (RCT) dan kuasi-eksperimental yang menggunakan intervensi berupa permainan edukatif atau pembelajaran sosial dengan pengukuran aspek pengetahuan, sikap, maupun perilaku kesehatan mulut.
Hasil
Dari 3.722 artikel yang ditemukan, sebanyak delapan penelitian memenuhi kriteria inklusi. Penelitian tersebut sebagian besar menggunakan desain kuasi-eksperimental, dengan beberapa penelitian menggunakan desain RCT. Berdasarkan penilaian kualitas metodologi, lima penelitian dikategorikan memiliki kualitas tinggi dan tiga penelitian memiliki kualitas sedang.
Jenis edutainment yang digunakan meliputi permainan ular tangga, Dental Jumanji, flashcard, bermain peran, drama, pantomim, permainan pesan berantai, dan pembuatan replika. Seluruh penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mulut. Selain itu, empat penelitian menemukan peningkatan sikap positif terhadap kesehatan gigi, sedangkan lima penelitian menunjukkan perubahan perilaku, terutama peningkatan kebiasaan menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut.
Salah satu penelitian menunjukkan bahwa kombinasi permainan Dental Jumanji dengan ceramah memberikan peningkatan pengetahuan lebih besar dibandingkan ceramah saja. Efek peningkatan tersebut tetap terlihat setelah tiga bulan, menunjukkan bahwa permainan edukatif dapat membantu mempertahankan hasil pembelajaran.
Pembahasan
Edutainment berbasis interaksi teman sebaya dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena anak belajar melalui pengamatan, imitasi, dan pengalaman bersama teman. Aktivitas bermain membuat siswa lebih aktif, meningkatkan motivasi, serta membantu proses penyimpanan informasi dalam memori. Interaksi sosial juga memungkinkan siswa saling mendukung dalam membangun kebiasaan kesehatan mulut yang lebih baik.
Meskipun memberikan hasil positif, bukti yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Sebagian besar penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental, memiliki periode tindak lanjut yang relatif pendek, serta menggunakan metode pengukuran yang berbeda-beda. Selain itu, pengaruh permainan dan interaksi teman sebaya belum dapat dipisahkan secara jelas karena keduanya sering diterapkan secara bersamaan.
Kesimpulan
Edutainment berbasis interaksi teman sebaya merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi siswa sekolah dasar. Pendekatan ini menawarkan metode edukasi yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak. Namun, penelitian dengan desain yang lebih kuat, instrumen pengukuran yang seragam, dan masa pemantauan lebih panjang masih diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku kesehatan gigi.
Penulis: Dini Setyowati, drg., MPH.,Ph.D
Source :
Gayatri, R. W., Bramantoro, T., Setyowati, D., Nor, N. A. M., Ulfa, N. H., Paramita, F., & Heynoek, F. P. (2026). The Effectiveness of Peer Interaction-based Edutainment in Oral Health Promotion among Elementary School Students: A Systematic Review. Journal of International Society of Preventive & Community Dentistry, 16(2), 126–138. https://doi.org/10.4103/jispcd.jispcd_195_25





