Universitas Airlangga Official Website

Mekanisme molekuler penuaan seluler: Perspektif fisiologi sistem

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penuaan seluler adalah proses biologis kompleks yang ditandai dengan penurunan bertahap kemampuan sel untuk mempertahankan homeostasis, merespons stres, dan menjaga fungsi jaringan. Fenomena ini didorong oleh akumulasi perubahan molekuler dan fisiologis yang saling berinteraksi, yang pada akhirnya berkontribusi pada gangguan fungsi organ dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit terkait usia. Meskipun pendekatan reduksionis telah mengungkapkan jalur dan molekul kunci yang terlibat dalam penuaan, pendekatan tersebut belum sepenuhnya menjelaskan dinamika interaksi di berbagai tingkat organisasi biologis yang menjadikan penuaan sebagai fenomena sistemik. Tinjauan ini bertujuan untuk mengintegrasikan mekanisme molekuler penuaan seluler dalam kerangka fisiologi sistem, menekankan keterkaitan perubahan molekuler, fungsi sel, dan regulasi fisiologis pada tingkat jaringan dan organisme. Literatur diperoleh melalui pencarian basis data ilmiah utama dengan fokus pada studi eksperimental dan komputasi yang membahas penuaan seluler, ciri khas penuaan, dan pendekatan sistem dan multi-omik. Sintesis hasil menunjukkan bahwa mekanisme utama penuaan—seperti ketidakstabilan genomik, disfungsi mitokondria, gangguan proteostasis, deregulasi penginderaan nutrisi, penuaan seluler, dan perubahan komunikasi antar sel—membentuk jaringan regulasi yang dinamis dan saling terkait. Interaksi nonlinier antara jalur-jalur ini menjelaskan variasi penuaan di berbagai jaringan dan individu, sekaligus menekankan pentingnya konteks fisiologis dalam menentukan hasil biologis. Pendekatan fisiologi sistem memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana perubahan pada tingkat molekuler diterjemahkan menjadi penurunan sistemik. Secara keseluruhan, perspektif berbasis sistem menawarkan kerangka kerja konseptual yang kuat untuk mengintegrasikan temuan molekuler tentang penuaan dan mendukung pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif, prediktif, dan relevan secara fisiologis untuk menjaga kesehatan sepanjang rentang kehidupan.

Artikel review ini disusun berdasarkan kolaborasi penulisan antara Tita Damayanti Lestari, Aswin Rafif Khairullah, Imam Mustofa, Bima Putra Pratama, Saifur Rehman, Syahputra Wibowo, Desi Lailatul Hidayah Utomo, Anisah Fathinah, Angel Jelita Brilliant Yuri, I Gede Wahyudi Suputra. Artikel ini telah terbit pada Journal of Advanced Veterinary Research pada 1 Juli 2026. Journal of Advanced Veterinary Research  merupakan jurnal internasional bereputasi dengan CiteScore 0,9;  Highest percentile 26% (Q3, 148/200), SJR 0.195, dan SNIP 0.293.

Lestari, Tita Damayanti1*; Khairullah, Aswin Rafif2; Mustofa, Imam1; Pratama, Bima Putra3; Saifur, Rehman4; Wibowo, Syahputra5; Utomo, Desi Lailatul Hidayah6; Fathinah, Anisah7; Yuri,  Angel Jelita Brilliant6; Suputra, I Gede Wahyudi6. Molecular mechanisms of cellular aging: A systems physiology perspective. Journal of Advanced Veterinary Research. 16(4): 569–583, July 2026.

https://advetresearch.com/index.php/AVR/article/view/2567