Universitas Airlangga Official Website

Efektivitas Suplemen Pelancar ASI Mom Uung dalam Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Selain mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, ASI juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Namun, tidak semua ibu dapat menjalani proses menyusui dengan mudah. Banyak ibu merasa produksi ASI mereka kurang mencukupi, sehingga muncul kekhawatiran yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mahmudiono dan tim pada tahun 2025 ini mengevaluasi efektivitas suplemen pendukung ASI (Breastmilk Booster Supplement/BBS) pada ibu menyusui yang bekerja maupun tidak bekerja. Penelitian ini melibatkan 665 ibu menyusui dari berbagai wilayah di Indonesia yang pernah mengonsumsi suplemen tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen pendukung ASI berkaitan dengan peningkatan volume ASI yang dihasilkan, frekuensi menyusui langsung, serta efektivitas pemompaan ASI. Peningkatan tersebut ditemukan baik pada kelompok ibu bekerja maupun ibu yang tidak bekerja. Namun, ibu yang tidak bekerja cenderung memiliki produksi ASI yang lebih tinggi dibandingkan ibu bekerja.

Gambar 1. Proses Pengambilan Data Responden
Sumber : Peneliti

Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi ibu selama masa menyusui. Hambatan yang paling banyak dilaporkan adalah persepsi bahwa produksi ASI tidak mencukupi. Selain itu, ibu bekerja menghadapi tantangan tambahan berupa keterbatasan waktu untuk menyusui atau memerah ASI akibat tuntutan pekerjaan. Kondisi ini dapat memengaruhi frekuensi pemberian ASI dan keberlanjutan praktik menyusui.

Suplemen pendukung ASI yang diteliti mengandung beberapa bahan yang dikenal sebagai galaktagog, yaitu zat yang dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Bahan-bahan tersebut antara lain daun kelor (Moringa oleifera), katuk (Sauropus androgynus), dan ekstrak ikan gabus (Channa striata). Kandungan ini telah banyak digunakan dalam berbagai produk pendukung laktasi di Indonesia.

Meskipun hasil penelitian menunjukkan manfaat yang positif, para peneliti menekankan bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada konsumsi suplemen. Dukungan keluarga, kondisi kesehatan ibu, teknik menyusui yang benar, serta lingkungan kerja yang mendukung juga berperan penting dalam menjaga produksi ASI. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih ramah terhadap ibu menyusui, seperti penyediaan ruang laktasi dan waktu khusus untuk memerah ASI di tempat kerja.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa suplemen pendukung ASI berpotensi membantu ibu menyusui dalam meningkatkan produksi ASI. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengukur secara objektif pengaruh suplemen tersebut terhadap jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan lebih banyak ibu dapat berhasil memberikan ASI secara optimal kepada bayinya.

Penulis : Prof. Trias Mahmudiono, S.KM., M.PH(Nutr.), GCAS, Ph.D.

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di: 

Mahmudiono, T., Rachmah, Q., Pratiwi, A. A., Rahmani, A., Yusryana, E. A., Andamari, N. A., & Agustin, A. M. (2025). EFFECTIVENESS OF THE MOM UUNG BREASTMILK BOOSTER SUPPLEMENT IN ENHANCING BREASTMILK PRODUCTION AMONG WORKING AND NON-WORKING MOTHERS. National Nutrition Journal/Media Gizi Indonesia, 20(3).