Universitas Airlangga Official Website

Ekosistem Hutan Mangrove

Foto by Gramedia

Ekosistem hutan mangrove adalah salah satu ekosistem alamiah yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. Salah satu fungsi ekologisnya yaitu: pelindung pantai dari hempasan arus gelombang laut, serangan angin, habitat biota (tempat tinggal), tempat biota mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), serta empat pemijahan (spawning ground) bagi biota perairan. Mangrove sebagai tempat mencari makan berkontribusi terhadap kompleksitas habitat dan keanekaragaman makrofauna yang berasosiasi dengan ekosistem ini, seperti kepiting dan moluska yang merupakan makrofauna yang paling dominan di ekosistem ini.

Moluska adalah salah satu organisme yang mempunyai peranan penting dalam fungsi ekologis pada ekosistem mangrove. Moluska yang diantaranya adalah Gastropoda dan Bivalvia merupakan salah satu filum dari makrozoobentos yang dapat dijadikan sebagai bioindikator pada ekosistem perairan pantai. Selain berperan di dalam siklus rantai makanan, ada juga jenis moluska yang mempunyai nilai ekonomi penting, seperti berbagai jenis kerang-kerangan dan berbagai jenis keong.

Moluska memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup tinggi pada berbagai habitat, dapat mengakumulasi logam berat tanpa mengalami kematian dan berperan sebagai indicator lingkungan. Moluska memiliki beberapa manfaat bagi manusia diantaranya sebagai sumber protein, bahan pakan ternak, bahan industri, dan perhiasan bahan pupuk serta untuk obat-obatan.

Penulis: Veryl Hasan

Sumber: https://smujo.id/biodiv/article/view/13806