Ketika Pikiran Menggerakkan Tangan: Melihat Aktivitas Otak dengan LORETA
Bayangkan Anda diminta untuk menggenggam tangan—tetapi tanpa benar-benar menggerakkannya. Anda hanya perlu membayangkannya. Sekilas terdengar sederhana, namun di balik imajinasi tersebut, otak bekerja aktif seolah-olah gerakan itu benar-benar terjadi. Kini, berkat perkembangan teknologi, aktivitas ini tidak hanya bisa direkam, tetapi juga divisualisasikan dalam bentuk peta otak tiga dimensi.
Penelitian terbaru dari Universitas Airlangga memanfaatkan teknologi Electroencephalogram (EEG) yang dikombinasikan dengan metode Low-Resolution Electromagnetic Tomography (LORETA) untuk memahami bagaimana otak merespons imagery movement—yakni gerakan yang hanya dibayangkan.
EEG sendiri telah lama dikenal sebagai alat untuk merekam aktivitas listrik otak melalui sensor yang ditempelkan di kulit kepala. Namun, sinyal EEG mentah seringkali sulit diinterpretasikan secara langsung. Di sinilah LORETA menjadi kunci. Metode ini mampu mengubah sinyal listrik tersebut menjadi visualisasi aktivitas otak dalam bentuk tiga dimensi, sehingga peneliti dapat melihat dengan lebih jelas bagian otak mana yang aktif saat seseorang berpikir atau membayangkan gerakan tertentu.
Dalam penelitian ini, partisipan diminta untuk membayangkan dua gerakan sederhana: membuka dan menggenggam tangan. Meskipun tidak ada gerakan fisik yang terjadi, otak tetap menunjukkan pola aktivitas yang khas. Sinyal EEG yang diperoleh kemudian difokuskan pada dua jenis gelombang utama, yaitu gelombang alpha (8–12 Hz) yang berkaitan dengan proses relaksasi dan kesadaran, serta gelombang beta (12–30 Hz) yang berperan dalam aktivitas berpikir dan perencanaan gerakan.
Hasilnya cukup menarik. Aktivitas otak yang paling dominan ditemukan pada lobus frontal, temporal, dan parietal, khususnya di belahan otak kiri. Area ini dikenal berperan dalam perencanaan gerakan, pemrosesan informasi, serta koordinasi sensorik. Secara spesifik, kanal EEG F7, T7, dan P7 menunjukkan aktivitas yang paling signifikan saat partisipan membayangkan gerakan tangan.
Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa otak tidak hanya aktif saat kita bergerak, tetapi juga ketika kita membayangkan gerakan tersebut. Dengan kata lain, imajinasi memiliki dasar biologis yang nyata di dalam otak.
Implikasi dari penelitian ini sangat luas, terutama dalam bidang medis. Salah satu aplikasi paling menjanjikan adalah dalam rehabilitasi pasien stroke. Banyak pasien stroke mengalami kesulitan menggerakkan anggota tubuh akibat kerusakan pada sistem saraf. Dengan pendekatan ini, pasien dapat dilatih melalui imagery movement, di mana aktivitas otak mereka tetap dapat dimanfaatkan untuk merangsang pemulihan fungsi motorik. Bahkan, dalam pengembangan lebih lanjut, sinyal otak ini dapat digunakan untuk mengontrol perangkat seperti robot exoskeleton, memungkinkan pasien untuk “bergerak” dengan bantuan teknologi.
Meski demikian, metode LORETA masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal resolusi spasial yang belum setinggi teknologi pencitraan otak lainnya seperti fMRI. Selain itu, jumlah partisipan dalam penelitian ini masih terbatas, sehingga diperlukan studi lanjutan untuk memperkuat temuan yang ada.
Namun, satu hal menjadi jelas: batas antara pikiran dan tindakan semakin kabur. Apa yang dulu hanya dianggap sebagai imajinasi, kini dapat direkam, dianalisis, dan bahkan dimanfaatkan untuk membantu manusia.
Di masa depan, bukan tidak mungkin kita dapat mengontrol berbagai perangkat hanya dengan pikiran. Dan semuanya berawal dari satu langkah sederhana—membayangkan sebuah gerakan.
Penulis: Osmalina Nur Rahma, S.T., M.Si.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada 5th IEEE International Conference on Innovations in Power and Advanced Computing Technologies, i-PACT 2025. Berikut ini adalah link dari artikel tersebut:
Arief, J. A., Rahma, O. N., Ain, K., Ama, F., Putra, A. P., Alami, N. R. L., Luthfiyah, N., & Zalda, K. (2025). Feature Extraction from Brain Mapping Electroencephalogram Signals Using Low-Resolution Electromagnetic Tomography (LORETA). In 5th IEEE International Conference on Innovations in Power and Advanced Computing Technologies, i-PACT 2025 (5th IEEE International Conference on Innovations in Power and Advanced Computing Technologies, i-PACT 2025). Institute of Electrical and Electronics Engineers Inc.. https://doi.org/10.1109/i-PACT65952.2025.11307977





