Universitas Airlangga Official Website

Ketika Artificial Intelligence Membantu Menyusun Perangkat Lunak Secara Otomatis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Di balik setiap aplikasi yang kita gunakan sehari-hari, terdapat proses panjang yang tidak terlihat oleh pengguna: menyusun kebutuhan sistem ke dalam berbagai bentuk dokumentasi dan model. Proses ini, yang dikenal sebagai pembuatan artefak perangkat lunak, selama ini masih banyak dilakukan secara manual. Akibatnya, pengembangan menjadi lambat, rawan kesalahan, dan sering kali tidak konsisten. Padahal, artefak seperti use case, diagram alur, hingga rancangan antarmuka merupakan fondasi penting dalam membangun sistem yang andal dan mudah dipahami oleh tim pengembang.

Menjawab tantangan tersebut, sebuah penelitian dari Universitas Airlangga menghadirkan pendekatan baru melalui pengembangan alat terintegrasi yang mampu menghasilkan berbagai artefak perangkat lunak secara otomatis. Dengan memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP), sistem ini cukup menerima deskripsi proyek dalam bentuk teks, lalu mengubahnya menjadi berbagai representasi teknis seperti use case, sequence diagram, hingga rancangan antarmuka pengguna. Pendekatan ini memungkinkan proses yang sebelumnya kompleks menjadi lebih ringkas, cepat, dan sistematis.

Menariknya, sistem ini tidak hanya bekerja secara berurutan, tetapi juga mampu menghasilkan beberapa artefak sekaligus dari satu sumber data. Artinya, satu deskripsi kebutuhan dapat langsung diolah menjadi berbagai bentuk dokumentasi tanpa harus dibuat ulang dari awal. Dalam praktiknya, penelitian ini mengintegrasikan belasan aplikasi yang sebelumnya berdiri sendiri ke dalam satu platform terpadu. Tantangan seperti perbedaan format data, struktur sistem, hingga mekanisme komunikasi antar aplikasi diatasi melalui standardisasi dan penggunaan integrasi berbasis API.

Kehadiran teknologi ini memberi gambaran masa depan pengembangan perangkat lunak yang lebih efisien dan adaptif. Pengembang tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk menyusun dokumentasi secara manual, melainkan dapat lebih fokus pada inovasi dan penyempurnaan sistem. Meski masih memerlukan pengembangan lanjutan, langkah ini menunjukkan bahwa integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam rekayasa perangkat lunak bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata yang berpotensi mengubah cara kita membangun teknologi.

Penulis: Dr. Indra Kharisma Raharjana, S.Kom., M.T.

Artikel berikut adalah versi ringkasan populer dari paper jurnal ilmiah yang berjudul “An integrated tools for automatic software artifacts generation”, diterbitkan di AIP Conference Proceedings.

Artikel asli bisa diakses melalui link berikut: https://doi.org/10.1063/5.0308680