Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) makanan dan minuman kini berada di persimpangan jalan transformasi digital. Di tengah desakan Industri 4.0, kesiapan sumber daya manusia menjadi penentu apakah teknologi akan menjadi penggerak kinerja atau sekadar beban operasional. Fenomena ini menjadi inti pembahasan dalam Ujian Doktor Terbuka Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (23/2/2026).
Bertempat di Gedung Putih, Sekolah Pascasarjana UNAIR, Surabaya, Andita Sayekti resmi menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji. Sidang akademik yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk. (K), FICS.
Andita, yang akrab disapa Dita, dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si. selaku Promotor dan Dr. Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, S.E., M.Si. selaku Ko-Promotor.
Menakar Kesiapan Industri 4.0
Disertasi yang dipaparkan berjudul “Model Pengaruh Kesiapan Adaptasi Teknologi Industri 4.0 terhadap Kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Bogor”. Penelitian ini menelaah bagaimana para pelaku usaha di tingkat lokal merespons tantangan digitalisasi yang kian kompleks serta tekanan persaingan pasar yang semakin tajam.
Secara umum, riset yang dilakukan Dita terhadap 320 pemilik UMKM di Kota Bogor ini mengungkapkan bahwa faktor internal seperti kompetensi organisasi, komitmen dari seluruh elemen usaha, serta ketersediaan infrastruktur memiliki pengaruh positif dalam membangun kesiapan untuk berubah. Menariknya, tekanan dari kompetitor di lapangan justru ditemukan memperkuat hubungan antara komitmen organisasi dengan kemauan pelaku usaha untuk beradaptasi.
Kunci Performa UMKM
Meski kesiapan perubahan menjadi modal awal, hasil studi ini menunjukkan temuan krusial bahwa kesiapan saja belum cukup untuk secara otomatis mendongkrak kinerja bisnis. Peningkatan performa UMKM makanan dan minuman ternyata lebih ditentukan secara langsung oleh kapasitas organisasi yang mumpuni serta efektivitas dalam mengimplementasikan dukungan infrastruktur yang ada.
Dengan kata lain, kesiapan terhadap teknologi berfungsi sebagai fondasi atau kondisi pendukung. Namun, hasil akhir berupa pertumbuhan kinerja tetap bergantung pada sejauh mana organisasi mampu mengelola sumber daya manusianya secara efektif. Melalui penelitian ini, Dr. Andita Sayekti, S.T.P., M.Sc. memberikan perspektif baru bagi pengembangan SDM di sektor UMKM agar lebih strategis dalam menghadapi gelombang Industri 4.0 di Indonesia.




