Program Studi Magister Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) 2026/2027 menyelenggarakan workshop bertajuk “Finding a Home for Your Journal Article: Tips and Tricks for Journal Selection and Optimization” pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 13.00 WIB di Ruang Chairil Anwar. Sejak sesi pembukaan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran klinik jurnal “KliniQal”. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik, Noerhayati Ika Putri, menegaskan bahwa KliniQal dirancang sebagai wadah praktik yang mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan publikasi ilmiah secara sistematis.
Hadir sebagai narasumber, Thomas Kaufmann, lulusan Doktor Pendidikan dari University of Illinois Urbana-Champaign sekaligus instruktur Bahasa Inggris di University of Colorado Denver, Amerika Serikat, membagikan strategi praktis dalam menentukan jurnal ilmiah yang tepat. Ia membuka sesi dengan pertanyaan reflektif seperti, “How do you find journals?” dan “Who would want to read my work?”yang mendorong peserta memahami bahwa publikasi bukan sekadar prosedur formal, melainkan bagian dari diskusi ilmiah yang lebih luas.
Suasana workshop berlangsung interaktif melalui kuis, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Peserta diajak memanfaatkan platform Connected Papers untuk memetakan jejaring sitasi serta mengidentifikasi kebaruan penelitian. Selain itu, diperkenalkan pula berbagai laman indeksasi seperti SCImago, Springer, dan SINTA sebagai rujukan strategis dalam memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian masing-masing.
Salah satu peserta, Kholil, menyampaikan bahwa pendekatan bertahap dalam workshop tersebut membantunya memahami proses publikasi secara komprehensif. Menurutnya, praktik pemetaan referensi dan eksplorasi kebaruan penelitian turut memperkaya perspektifnya dalam menyusun artikel ilmiah yang lebih berkualitas.
Selain strategi seleksi jurnal, narasumber juga menguraikan tahapan publikasi mulai dari submission, initial assessment, hingga mekanisme peer review baik single-blind maupun double-blind guna menimimalkan potensi bias. Penjelasan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai standar akademik, etika penelitian, serta berbagai faktor penentu diterima atau tidaknya suatu artikel untuk dipublikasikan.
Poin yang paling menarik adalah bahwa penolakan artikel umumnya disebabkan oleh kurangnya koherensi dalam pengelolaan argumen. Narasumber menekankan bahwa kualitas tulisan bergantung pada kemampuan penulis dalam memainkan diksi, membangun alur pemikiran yang runtut, serta memadukan berbagai sumber secara padu sehingga menghadirkan kesatuan pemikiran yang utuh.
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua HIMA Magister Ilmu Linguistik 2026/2027, Ahmad Imron, menegaskan pentingnya KliniQal sebagai wadah kolaboratif yang mendukung mahasiswa mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Melalui pelatihan ini, ia berharap mahasiswa lebih mudah menulis artikel, menemukan jurnal bereputasi, dan memahami mekanisme penerbitan secara terarah.
Dengan peluncuran KliniQal, mahasiswa semakin siap dan percaya diri untuk berkontribusi dalam diskursus ilmiah global melalui publikasi yang berkualitas dan berintegritas. Hal ini sejalan dengan komitmen universitas dalam memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional.




