Universitas Airlangga Official Website

131 mahasiswa SPS UNAIR ikuti Yudisium, Anang Hermansyah Menemukan Dosen rasa Teman

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar prosesi yudisium bagi 131 mahasiswa program magister dan doktor untuk periode wisuda April 2026. Acara yang dilangsungkan secara daring pada Jumat (6/2/2026) ini menjadi momen emosional, terutama bagi musisi sekaligus politisi Anang Hermansyah yang turut dinyatakan lulus sebagai Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan serta 8 Koordinator Program Studi (KPS) dari jenjang S2 dan S3. Meskipun digelar melalui ruang virtual Zoom, kekhidmatan tetap menyelimuti proses pengukuhan para calon wisudawan yang telah menuntaskan studi akademis mereka.

Keberagaman Disiplin Ilmu

Tercatat sebanyak 131 mahasiswa mengikuti yudisium kali ini dengan rincian persebaran prodi yang cukup beragam. Program Studi S2 PSDM mendominasi dengan 61 lulusan, diikuti oleh S2 Ilmu Forensik, S2 Kajian Ilmu Kepolisian, serta S2 Sains Hukum dan Pembangunan yang masing-masing meluluskan 18 mahasiswa.

Selain itu, terdapat pula lulusan dari prodi S2 Manajemen Bencana (6 orang), S3 PSDM (6 orang), S2 Imunologi (3 orang), dan S2 Ekonomi Kesehatan (1 orang). Keberagaman ini menegaskan peran Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam mencetak ahli di berbagai sektor strategis.

Kesan Anang Hermansyah: Kuliah yang Memanusiakan

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah testimoni dari Anang Hermansyah. Musisi asal Jember ini mengungkapkan bahwa pengalamannya menempuh studi S2 di UNAIR memberikan perspektif baru yang tidak ia temukan selama berkarier di dunia hiburan maupun pemerintahan.

“Pas kuliah di UNAIR, saya banyak menemukan hal-hal yang tidak pernah saya jalanin dalam hidup, karir, maupun bekerja,” ujar Anang dalam pesan dan kesannya. Ia menekankan betapa cairnya hubungan antara dosen dan mahasiswa di Sekolah Pascasarjana UNAIR, yang ia gambarkan lebih seperti diskusi antar-teman daripada hubungan guru dan murid yang kaku.

Anang mengaku bahwa atmosfer akademik di UNAIR membuatnya lebih gemar membaca buku dan berani berdiskusi secara terbuka. “Saya benar-benar menemukan tempat sekolah yang saya impikan dari zaman dulu. Saya bangga bisa lulus di UNAIR,” tambahnya. Keberhasilan Anang ini menyusul jejak anggota keluarganya yang lain, di mana kakak dan adiknya juga merupakan alumni dari universitas berlambang Garuda Mukti tersebut

Komitmen Lanjut ke Jenjang Doktoral

Kepuasan Anang terhadap iklim pendidikan di Sekolah Pascasarjana UNAIR nampaknya tidak berhenti di jenjang magister. Saat dikonfirmasi mengenai rencana akademisnya ke depan, suami Ashanty ini menunjukkan ambisi yang kuat untuk terus menimba ilmu.

Ketika ditanya apakah dirinya akan melanjutkan studi ke jenjang S3 (Doktor) di Sekolah Pascasarjana UNAIR, Anang menjawab dengan lugas dan penuh keyakinan. “Lanjut!” tegasnya, memberi sinyal bahwa ia akan segera kembali ke kampus sebagai mahasiswa doktoral dalam waktu dekat.

Dengan selesainya yudisium ini, para lulusan dijadwalkan akan mengikuti prosesi wisuda universitas pada April 2026 mendatang.