n

Universitas Airlangga Official Website

Rector’s Speech at Inauguration of Professors

Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.

Yang terhormat,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,

Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,

Sekretaris Universitas Airlangga,

Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,

Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,

Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,

Saudara Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science., Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science., Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science., Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws., dan

Para undangan serta hadirin yang berbahagia

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science., dalam bidang Ilmu Kimia Organik Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi; Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science., dalam bidang Ilmu Kimia pada Fakultas Sains dan Teknologi; Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science., dalam bidang Ilmu Farmakognosi dan Fitokimia pada Fakultas Farmasi; dan Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws., dalam bidang Ilmu Hak Kekayaan Intelektual pada Fakultas Hukum.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science., Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi aktif ke-18, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-546, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-254, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus:55 serta H-index:6. Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science., Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi aktif ke-19, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-542, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-250, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus:63 serta H-index:13. Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science., Guru Besar Fakultas Farmasi aktif ke-32, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-543, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-251, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus:77 serta H-index:17. Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws., Guru Besar Fakultas Hukum ke-16, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-544, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-252, dan memiliki  Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus:8 serta H-index:1.

Semoga  pengukuhan  guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capain universitas yang sangat penting.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari 500 kampus terbaik di dunia dan mimpi bersama yang sedang kita rancang adalah masuk pada jajaran 100 kampus terbaik di Asia. Masuk sebagai 500 WCU dan 100 Kampus terbaik Asia bukan sekadar untuk sebuah kebanggaan saja. Namun yang lebih penting dari itu adalah proses panjang yang menunjukkan bahwa UNAIR menjadi universitas yang bisa menyiapkan calon-calon generasi mendatang karena mendidik mahasiswa melalui kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.

Untuk Saudara Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science; Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science; Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science; Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws; UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlanga akan semakin besar. Setelah  memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Pada pidato pengukuhan tadi, Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science., menyampaikan orasi dengan judul “Konservasi dan Tahapan Hilirisasi Produk Sumber Daya Hayati Tropis Berbasis Senyawa Fenolik”. Dalam orasi pembuka disampaikan bahwa tumbuh-tumbuhan merupakan makhluk hidup yang unik. Ketidakmampuanya untuk berpindah tempat ternyata menyimpan keistimewaan yang luar biasa, yaitu dengan menghasilkan senyawa metabolit sekunder untuk berkomunikasi dengan lingkungannya dan mempertahankan diri. Luas wilayah Indonesia 1,3% dari luas muka bumi, dengan wilayahnya yang beragam, menyebabkan flora yang terdapat didalamnya sangat beragam. Keberagaman ini yang menyebakan Indonesia dinobatkan sebagai negara megabiodiversity kedua di dunia setelah Brazil.

Dari banyak paparan tadi, ada satu hal yang menjadi penekanan yakni dari hasil riset yang diperoleh masih sangat dasar dan berada di hulu, oleh karena itu hilirisasi sangat perlu dilakukan sehingga kedepan hasilnya tidak hanya dalam bentuk publikasi di jurnal internasional/nasional, tetapi dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat. Hilirisasi riset telah diawali dengan salah satu spesies dari sembilan spesies tersebut yaitu gambir dengan nama latin Uncaria gambir. Serbuk gambir mengandung senyawa fenolik golongan flavonoid dengan nama “katecin”. Senyawa ini diklaim oleh berbagai produk herbal yang beredar didunia sebagai bahan aktif yang bertanggung jawab pada berbagai aktivitas yang dimilikinya terutama antioksidan. Indonesia adalah penghasil gambir terbesar di dunia dan masih diekspor dalam bentuk gambir kasar. Kandungan katecin yang tinggi (36%) pada gambir sangat menjanjikan keberhasilan proyek ini. Pekerjaan yang sangat besar ini masih sangat awal dan masih memerlukan kerja keras yang luar biasa dan konsisten. Kerjasama dengan berbagai pihak menjadi kunci utama untuk kesuksesan pekerjaan besar ini. Semoga upaya dan kerja keras ini kedepan akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat dan membawa nama baik Universitas Airlangga tercinta, tempat kami bernaung selama ini.

Selanjutnya, orasi guru besar disampaikan oleh Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science., dengan judul KIMIA BAHAN ALAM SEBAGAI BIOINDUSTRI OBAT UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN. Pada orasi pembuka disampaikan bahwa Kimia bahan alam merupakan sumber ilmu pengetahuan untuk mengembangkan IPTEK, diantaranya dalam layanan kesehatan. Bidang ini memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia. Biodiversitas tumbuhan Indonesia merupakan bioresource untuk meningkatkan daya saing bangsa. Ilmu kimia bahan alam mempunyai peranan menumbuhkan industri obat-obatan, seperti penemuan aspirin dari tumbuhan Spiraea ulmaria untuk pengobatan demam dan analgesik. Penemuan tersebut menjadi inspirasi para pakar sintesis organik untuk mendesain aspirin dari bahan baku yang murah dan mudah diperoleh. Taksol yang berasal dari Taxus brevifolia digunakan sebagai obat kanker.

Pemetaan keragaman tumbuhan Indonesia sangat penting untuk dikembangkan dalam bioindustri obat. Proses untuk memperoleh senyawa aktif tersebut memerlukan pengembangan metode pemisahan yang cepat dan efektif serta penentuan struktur molekul. Struktur molekul senyawa aktif yang menjadi chemical marker sebagai kandidat obat merupakan tantangan utama para ilmuwan kimia untuk mencari metodologi yang sistematis. Keragaman senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, asam kromanoat, flavonoid, 4-fenilkumarin dan santon terisoprenilasi yang berasal dari tumbuhan endemik Indonesia merupakan obyek menarik untuk hilirisasi bioindustri obat. Genus Calophyllum, Macaranga dan Melicope merupakan obyek penelitian group riset Kimia Bahan Alam FST Unair untuk dikembangkan sebagai kandidat obat kanker dan malaria. Berdasarkan hasil riset yang disampaikan, hutan Indonesia merupakan pabrik kimia penghasil senyawa metabolit sekunder yang sangat penting ditinjau dari aspek pendidikan, aspek ilmiah dan aspek praktis. Tumbuhan dengan kemampuannya yang luar biasa menghasilkan keragaman senyawa kimia untuk mempertahankan diri dari tekanan lingkungan. Hutan Indonesia tersebut merupakan salah satu pilosofi ‘alam terkembang jadi guru’. Tumbuhan juga mengajarkan bagaimana memproduksi senyawa kimia untuk pengobatan kanker dan malaria. Tumbuhan juga mengisaratkan senyawa kimia berinteraksi dengan tumbuhan atau makhluk sekitarnya. Oleh karena itu, keberhasilan untuk memperoleh senyawa aktif dari tumbuhan harus diawali dengan seleksi tumbuhan obat dan mempunyai potensi tinggi untuk kandidat obat seperti obat kanker dan malaria. Penemuan obat kanker dan malaria baru merupakan program Sustainable Development Goals (SDGs) dibidang kesehatan.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Paparan orasi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science. Mengusung judul PENGEMBANGAN OBAT MALARIA BERBASIS BAHAN ALAM DALAM UPAYA MEWUJUDKAN INDONESIA BEBAS MALARIA DI 2030, pada orasi pembuka disampaikan bahwa Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian yang cukup tinggi di dunia. Sekitar 227 juta kasus malaria di dunia dengan angka kematian mencapai 409.000 jiwa pada tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa total kasus malaria di Indonesia tahun 2020 sebanyak 254,055 kasus. Kasus malaria tertinggi di Indonesia terdapat di Provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara. Program pemberantasan malaria sudah dilaksanakan sejak lama baik di tingkat global maupun di Indonesia, namun belum memberikan hasil sesuai harapan. Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program eliminasi di Indonesia dan secara khusus ditargetkan di Papua, Papua Barat, dan beberapa provinsi di Indonesia bagian timur untuk bebas malaria pada tahun 2030.

Berdasarkan hasil riset yang disampaikan, telah diperoleh prototipe produk tablet fraksi etil asetat sambiloto dan kapsul ekstrak etanol kulit batang cempedak yang sudah terstandar, aman dan terbukti khasiatnya baik praklinik maupun klinik sebagai obat malaria. Penelitian ini dapat berjalan dengan adanya kolaborasi dengan mitra Industri. Menariknya, berdasarkan uraian tersebut di atas, ada rekomendasi tiga hal utama sebagai seperti  Obat Tradisional dan tanaman Indonesia mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi obat malaria; Diperlukan kebijakan Kementerian Kesehatan RI terkait penggunaan obat malaria berbasis bahan alam, terutama dalam program terapi malaria di Indonesia; dan Diperlukan langkah konkrit dalam implementasi kolaborasi antara Akademisi – Bisnis dan Pemerintahan, untuk menghasilkan obat malaria berbasis bahan alam demi mensukseskan target Indonesia Bebas Malaria 2030.

Terakhir, orasi disampaikan oleh Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws., dengan judul ADAPTASI, DAN KESEIMBANGAN  HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI ERA DIGITAL: ANTARA INOVASI DIGITAL, STARTUP DAN PERKEMBANGAN  EKONOMI KREATIF. Pada orasi pembuka disampaikan bahwa di era digital, teknologi dan internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kemampuan internet menghubungkan manusia di seluruh dunia yang bersifat lintas batas negara (bonderless world) mengakibatkan terjadinya revolusi sosial dan ekonomi yang membawa perubahan signifikan pada cara konsumsi dan berkegiatan ekonomi, menyebarkan informasi, bersosialisasi dan berkomunikasi. HKI merupakan hak eksklusif atas hasil olah pikir dan kemampuan intelektual, akal, rasio manusia. Sistem HKI dikembangkan tidak hanya untuk perlindungan atas kepemilikan kekayaan, tetapi juga inovasi ilmu pengetahuan dan informasi. Sistem HKI  memberikan  jaminan perlindungan hukum secara eksklusif,  mendorong  inovasi berkelanjutan, dan sebagai penghargaan atas suatu penciptaan dalam bentuk paten, hak cipta, merek, Desain Industri,  rahasia Dagang, Perlindungan Varitas Tanaman, Desain Tata Letak  Sirkuit Terpadu.

Pada akhir orasi dijelaskan bahwa adaptasi ketentuan HKI  perlu dilakukan  dengan memberikan alternatif akses terbuka (open teraccess), Internet Archieve, Lisensi Umum ( General Public License / GPL), Gerakan A2K (Access to Knowledge), Digital Right Management, Intermediaty Liability, One Stop Licensing and Royalty System,  dll  dengan tetap memberikan perlindungan kepada pemilik HKI,  namun tanpa meninggalkan keadilan bagi masyarakat dalam mengakses produk intelektual secara lebih mudah. Apabila keseimbangan ini dilakukan secara adil dan proporsional akan menumbuhkan sistem perlindungan HKI yang mampu mendorong inovasi dan persaingan yang sehat. Sistem HKI yang mampu beradaptasi dan berorkestrasi secara seimbang akan berdampak pada kesinambungan budaya inovatif dan iklim yang kondusif bagi kegiatan mencipta inovasi yang kreatif.  Hal ini pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan startup di ekonomi kreatif yang berbasis pada karya inovatif. Dengan tiga pilar kekuatan HKI yaitu proteksi, pengelolaan dan komersialisasi HKI secara efektif akan mampu mengantarkan startup berkembang pesat dan menjadi kekuatan raksasa dunia yang memperkuat ekonomi kreatif. 

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, Magister Science; Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Doktorandus., Magister Science; Prof. Dr. Apoteker. Aty Widyawaruyanti, Doktoranda., Magister Science; Prof. Dr. Mas Rahmah, Sarjana Hukum., Magister Hukum., Master of Laws; bisa memberikanmanfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.

Billahitaufiqwalhhidayah

Wassalaamu’alaikumwr.wb.

Rector,

Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.