Sambutan Rektor
Pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar
Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes.
Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc.
Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes.
Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt.
Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes.
Kamis, 8 April 2021
Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.
Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.
Yang terhormat,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,
Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,
Sekretaris Universitas Airlangga,
Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,
Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,
Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,
Saudara Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes. Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc. Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes.
Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt. Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes. dan Para undangan serta hadirin yang berbahagia
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, dokter gigi., Magister Kesehatan., Guru Besar dalam bidang Ilmu Patologi Mulut dan Maksilofasial pada Fakultas Kedokteran Gigi. Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, dokter hewan., Master of Science., Guru Besar dalam bidang Ilmu Reproduksi Ternak pada Fakultas Kedokteran Hewan. Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, dokter gigi., Magister Sains., Guru Besar dalam bidang Ilmu Biologi Oral pada Fakultas Kedokteran Gigi. Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, doktorandus., Magister Sains., Apoteker., Guru Besar dalam bidang Ilmu Kimia Medisinal pada Fakultas Farmasi. Prof. Dr. Nurul Hartini, Sarjana Psikologi., Magister Kesehatan., Guru Besar dalam bidang Ilmu Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental pada Fakultas Psikologi.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes. akan menjadi Guru Besar Aktif Fakultas Kedokteran Gigi ke-32, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-517, dan Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-225. Selanjutnya, Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc., Guru Besar Aktif Fakultas Kedokteran Hewan ke-33, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-518, dan Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-226. Kemudian Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes., yang merupakan Guru Besar Aktif Fakultas Kedokteran Gigi ke-33, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-519, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-227. Lalu Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt., yang merupakan Guru Besar Aktif Fakultas Farmasi ke-26, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-520, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-228. Serta terakhir Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., yang merupakan Guru Besar Aktif Fakultas Psikologi ke-6, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-521, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-229.
Semoga pengukuhan guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capain universitas yang sangat penting.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Dengan dikukuhkannya lima guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari 500 kampus terbaik di dunia. Masuk sebagai 500 WCU bukan sekadar untuk sebuah kebanggaan saja. Namun yang lebih penting dari itu adalah bahwa UNAIR menjadi universitas yang bisa menyiapkan calon-calon generasi mendatang karena mendidik mahasiswa melalui kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.
Untuk Saudara Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes., Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc., Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes., Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt., dan Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlanga akan semakin besar. Setelah memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Pada pidato pengukuhan tadi, Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes., menyampaikan orasi dengan judul “PENGEMBANGAN TERAPI KANKER RONGGA MULUT DENGAN NANO PARTIKEL MORINGA OLEIFERA”. Dalampaparan pembuka dijelaskan bahwa Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan Indonesia menjadi negara dengan kasus penyakit kanker terbanyak setelah Vietnam di wilayah ASEAN. Untuk itu diperlukan pengembangan terapi kanker rongga mulut dengan nano partikel moringa oleifera. Dari proses riset yang begitu panjang dapat disimpulkan bahwa Nanopartikel Moringa Oleifera konsentrasi 250μg/ml yang berbasis kitosan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan terapi kanker di rongga mulut yang lebih aman dan efektif, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan uji ketahanan suatu bahan terapi.
Selanjutnya, Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc., dalam orasi pidatonya yang berjudul “PERAN PREGNANCY ASSOCIATED GLYCOPROTEIN (PAG) SEBAGAI MARKER DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN POPULASI BIBIT UNGGUL SAPI MELALUI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI” dijelaskan bahwa Peternakan sapi perah di Indonesia sebagian besar adalah peternakan rakyat skala kecil yang dalam pengelolaannya memerlukan perhatian terhadap pelaksanaan yang efisien baik produksi maupun reproduksinya. Untuk itu, diperlukan peran PAG sebagai marker dalam mendukung peningkatan populasi bibit unggul sapi melalui kebuntingan dini. Selanjutnya, dalam tahapan proses riset, ditemukan bahwa protein PAG sebagai protein spesifik pada kebuntingan sapi ini dapat diandalkan sebagai marker atau penciri pada pemeriksaan imunologis. Melalui beberapa tahapan bioteknologi dapat diciptakan kit pendeteksi kebuntingan dini. Produksi masal kit berdasarkan protein ini serta bentuknya yang lebih sederhana diharapkan dapat membantu masyarakat peternak sejak seleksi pemilihan ternak untuk replacement, membantu para breeder dalam memilih bibit ternak betina calon induk, yang pada akhirnya sumbangan pemikiran ini diharapkan dapat membantu berbagai pihak yang berkepentingan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak sapi baik sapi perah maupun sapi potong. Kit ini dapat melengkapi kiteria seleksi selain kondisi fisik yang sehat, kemampuan reroduksinya terlihat. Sehingga replacement atau peremajaan sapi dara yang dipelihara oleh peternak terjamin fertilitasnya.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Paparan selanjutnya, disampaikan oleh Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes., dalam orasi yang berjudul “MICROBIOME WHO ARE YOU” dijelaskan bahwa Microbiome adalah seluruh mikroba yang hidup di tubuh manusia, hewan dan tumbuhan, untuk menggambarkan komunitas ekologi mikroorganisme komensal, simbion atau patogen yang secara langsung menempati suatu ruang di tubuh manusia. Terdapat sekitar 10–100 triliun microbiome pada manusia. Setiap 10 miliar sel tubuh manusia, terdapat 10 sel mikroba hidup di dalamnya. Sel manusia mengekspresikan lebih dari 20.000 gen, tetapi total ekspresi gen dalam tubuh mencapai jutaan gen. Mayoritas sisa gen tersebut dibawa oleh mikroba. Dari jalan panjang riset yang dilakukan, ditemukan bahwa studi berbasis pengurutan baru-baru ini telah memetakan ekosistem rongga mulut dan bagaimana mereka berubah karena gaya hidup ,pengaruh lingkungan atau kondisi penyakit. Seiring kemajuan penelitian, semakin banyak bukti tentang peran penting microbiome rongga mulut dalam berbagai kondisi kesehatan. Hal ini, pada gilirannya, membuka jalan baru untuk diagnostik dan terapeutik berbasis microbiome yang memanfaatkan kemudahan aksesibilitas rongga mulut untuk pemantauan dan manipulasi microbiome.
Kemudian, Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt., dalam orasi yang berjudul “KIMIA MEDISINAL DAN PERANANNYA DALAM PENGEMBANGAN OBAT BARU” dipaparkan bahwa Sejarah mencatat nama “kimia medisinal” secara spesifik diperkenalkan setelah Perang Dunia II, namun konsep awal penggunaan bahan kimia obat (kimia medisinal) yang telah digunakan untuk mengobati penyakit dapat ditelusuri dalam beberapa era mulai era sebelum masehi, era Yunani kuno, hingga mendekati akhirnya perang dunia kedua. PD II menjadi titik balik ketika istilah “kimia medisinal” diperkenalkan, karena adanya peningkatan pengertian dalam pemahaman tentang studi farmakologi pada tingkat molekular sehingga memungkinkan untuk dapat mengekspresikan aktivitas biologis dari senyawa obat sebagai sifat molekular yang terukur. Berdasarkan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti bidang ilmu Kimia Medisinal seperti telah disebutkan di atas, maka terlihat bahwa ilmu Kimia Medisinal merupakan salah satu bidang ilmu yang penting bagi Profesi Apoteker. Oleh karena itu untuk meningkatkan pengembangan ilmu Kimia Medisinal diperlukan seperti kolaborasi para ahli Kimia Medisinal di Indonesia untuk pengembangan obat baru, baik yang berasal dari bahan alam maupun sintesis; buku-buku acuan dan pustaka yang mutakhir guna mengembangkan teori-teori baru; kemudahan untuk memperoleh bahan-bahan kimia untuk menunjang penelitian pengembangan senyawa bahan obat baru; kemudahan untuk memperoleh software program komputer dalam bidang Kimia Medisinal; dan memperbanyak pertemuan ilmiah bidang Kimia Medisinal baik regional, nasional maupun internasional.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Terakhir, paparan disampaikan Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., dengan judul orasi “PERTOLONGAN PSIKOLOGIS PERTAMA (PSYCHOLOGICAL FIRST AIDS): PERAN PSIKOLOGI UNTUK KORBAN BENCANA DI INDONESIA”. Dalam paparan orasi dijelaskan bahwa Per Januari 2021 saja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 197 bencana alam yang telah terjadi di Indonesia. Pascabencana, keselamatan jiwa dan pertolongan untuk korban adalah hal pertama dan yang utama. Bantuan medis jelas sangat dibutuhkan, tetapi kesehatan mental para korban juga harus menjadi prioritas. Korban bencana alam rentan mengalami penurunan kesehatan mental dan dapat mengalami trauma psikologis. Pada dasarnya, sebagian besar individu yang mengalami bencana alam mampu melanjutkan hidupnya tanpa pengaruh negatif dari kejadian traumatis yang dialaminya. Namun, beberapa korban mungkin mengalami trauma psikologis yang berkelanjutan sehingga dibutuhkan peran dari berbagai pihak untuk dapat membantu proses pemulihan trauma pascabencana. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tentu juga berperan penting dalam proses ini. Bantuan psikologis pertama sangatlah berarti untuk korban bencana agar dapat pulih dan menerima realitas seiring berjalannya waktu, serta menghindar dari resiko Post-Traumatic Stress Disorder-PTSD. Bantuan psikologis pertama dapat menumbuhkan motivasi bahwa korban bencana mampu bangkit dan membantu dirinya sendiri, kelompok, atau komunitasnya untuk kembali menjalani kehidupan normal.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. Theresia Indah Budhy Sulisetyawati, drg., M.Kes., Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc., Prof. Dr. Retno Indrawati Roestamadji, drg., M.Kes., Prof. Dr. Bambang Tri Purwanto, drs., M.S., Apt., dan Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., bisa memberikanmanfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.
Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.
Billahitaufiqwalhhidayah
Wassalaamu’alaikumwr.wb.
Rektor,
Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA.