Stroke merupakan penyakit dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, dengan tingkat kesakitan dan kematian yang signifikan. Salah satu penyebab stroke yaitu adanya gangguan irama jantung yang disebut aritmia. Untuk mencegah stroke pada pasien dengan gangguan irama jantung, antikoagulan oral yang paling umum adalah warfarin. Warfarin merupakan obat yang telah lama ditemukan, efektif namun sampai saat ini masih menyisakan banyak tantangan diantaranya adalah adanya respon yang berbeda beda antar pasien terhadap dosis yang diberikan. Hal ini disebbakan adanya variasi genetic yang berpengaruh terhadap respon obat. Penentuan dosis awal warfarin merupakan Langkah yang penting untuk mempercepat efek terapetik namun juga harus diperhatikan bahwa perdarahan harus dapat dihindarkan. Dosis awal yang disarankan dalam beberapa penelitian di seluruh dunia yaitu diantaranya 10 mg, 5 mg, 4 mg dan 3 mg. Sampai saat ini di Indonesia belum pernah dilakukan evaluasi terhadap dosis 4 mg yang seringkali diberikan pada pasien apakah dapat mencapai efek terapetik yang cepat dan bagaimana resiko perdarahannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap dosis awal 4mg pada pasien gangguan irama jantung yang menggunakan warfarin.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis awal warfarin 4 mg menunjukkan hasil yang aman pada semua pasien, dengan nilai INR target terapeutik (2,0 – 3,0) dan tidak ada pasien yang nilai INR > 3. Waktu yang diperlukan untuk mencapai terapetik rata-rata yaitu 22,2 hari. Oleh karena itu, dosis awal warfarin 4 mg secara efektif mencapai INR terapeutik dalam waktu yang rasional dan aman.
Penulis: Wenny Putri Nilamsari, S.Farm., Sp. FRS., Apt
Link: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2675
Baca juga: Organisme Patogen dan Faktor Risiko Infeksi Setelah Stroke





