Universitas Airlangga Official Website

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Caring Islami

Foto by SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Penelitian tentang caring semakin berkembang, mengingat gelombang pemasaran pelayanan kesehatan kini telah berubah dari era service excellence ke era care with character. Perubahan tersebut menekankan perilaku caring sebagai prinsip utama dalam menentukan mutu pelayanan keperawatan dan kesehatan secara umum. Peduli Islami akan mewarnai dalam memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit berbasis Islam. Menurut Leininger, meskipun caring memiliki makna universal, ekspresinya bervariasi antar budaya. Namun, implementasi caring Islami di rumah sakit yang berafiliasi dengan Islam dan faktor-faktor yang mempengaruhinya belum dipelajari secara ekstensif.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi caring. Sebagai contoh penelitian sebelumnya meneliti hubungan antara faktor individu dengan faktor organisasi, dengan menggunakan regresi logistik, penelitian ini menemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan caring adalah faktor organisasi yaitu sistem reward. berhubungan dengan perilaku peduli. meliputi faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi dengan menggunakan uji chi Square, penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi dengan enam dimensi perilaku caring. Penelitian lain sebelumnya juga meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan caring. meliputi reward, lama kerja, dan motivasi, dengan menggunakan chi-square, penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara reward dan lama kerja dengan perilaku caring dan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dan perilaku caring perawat. Peneliti lain menguji hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku caring menggunakan Chi Square, ditemukan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku caring. Penelitian Kartini meneliti faktor individu perawat yang berhubungan dengan caring menggunakan uji Chi Square, penelitian ini menemukan bahwa faktor individu yang berhubungan dengan kepedulian adalah kecerdasan emosional

Meskipun ada banyak penelitian tentang caring dan faktor-faktor yang terkait, tidak banyak penelitian tentang caring Islami dan faktor-faktor yang terkait. Islamic Caring penting diterapkan pada institusi pelayanan kesehatan berbasis Islam, dimana mayoritas pasien yang datang dan dirawat di rumah sakit adalah umat Islam. Bagi pasien muslim memiliki tata cara tersendiri dalam sistem ibadahnya dan juga harus dipenuhi oleh perawat, sehingga kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual pasien terpenuhi. Penerapan Islamic Caring kemungkinan dapat meningkatkan kepuasan pasien, seperti temuan penelitian sebelumnya yang pada akhirnya dapat menimbulkan loyalitas pasien terhadap rumah sakit.

Meskipun ada banyak penelitian tentang caring dan faktor-faktor yang terkait, tidak banyak penelitian tentang caring Islami dan faktor-faktor yang terkait. Islamic Caring penting diterapkan pada institusi pelayanan kesehatan berbasis Islam, dimana mayoritas pasien yang datang dan dirawat di rumah sakit adalah umat Islam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi caring Islami di rumah sakit Islam yang dilaksanakan di Surabaya, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi faktor organisasi, faktor pekerjaan dan faktor individu perawat. Hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan masukan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja perawat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (51%) perawat menunjukkan perilaku Islamic Caring yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan telah menerapkan perilaku dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, berdasarkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perawat yang telah menunjukkan perilaku caring Islami dengan baik berarti telah menjalankan tugasnya seperti yang diprogramkan oleh pimpinan RS Islam bahwa dalam memberikan pelayanan, perawat dan seluruh petugas harus memberikan pelayanan dengan ramah, sopan, santun, cepat, aman terhadap pasien. , dapat dipercaya, dan ramah. disertai dengan iringan doa dalam setiap tindakan. Program yang dicanangkan di RS Islam ini sesuai dengan kajian literatur Islam sebelumnya yang menyebutkan bahwa caring mencakup 4 dimensi yaitu caring kepada Tuhan, kepedulian terhadap diri sendiri, kepedulian terhadap sesama dan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jemursari. RS Islam Surabaya yang sebagian besar (55%) memiliki perilaku caring yang baik dan dari rumah sakit lain perilaku caring perawat sebagian besar (82,5%) dalam kategori baik.

Dalam keperawatan Islam, caring didasarkan pada promosi kesejahteraan dan penyembuhan dan berkonsentrasi pada semua domain asuhan keperawatan dan hubungan antara dimensi manusia yang berbeda (dimensi bio-psiko-sosial-spiritual). Diharapkan perawat dapat memberikan asuhan yang optimal. Tindakan Caring dalam Islam difokuskan pada membantu keyakinan pasien kepada Tuhan, termasuk menghormati dan menghargai keyakinan pasien, membantu bersuci, berdoa sesuai kemampuan pasien, dzikir seperti membaca Bismillah, Alhamdulillah, Astaghfirulloh dan bacaan lainnya yang dipercaya dapat membantu meredakan nyeri, membaca Al Qur’an, membaca doa penyembuhan, membaca sholawat, pemberi pelayanan adalah perawat sesama jenis. Islam menjelaskan bahwa sebagai manusia, kita memiliki kewajiban untuk berbuat baik kepada sesama manusia serta arahan dalam hubungan dalam masyarakat, berdasarkan firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran Ayat 159. Akhlaq seorang perawat menurut pandangan Islam, seorang perawat selalu dijadikan panutan oleh setiap pasien, oleh karena itu seorang perawat harus memiliki sikap: Ikhlas, ramah dan hormat. Bimbingan, kasih sayang, kesabaran dan tidak mudah marah, bersikap tenang, menjaga rahasia, penampilan menyenangkan, selalu tampil bersih dan rapi, pengabdian kepada profesi dan Tuhan. Watson menyatakan bahwa kepedulian tidak dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui genetika tetapi melalui budaya profesi. Budaya profesional dapat dicapai dengan menumbuhkan jiwa caring antar perawat melalui proses sosialisasi, manajemen, kerjasama, simbol, dan ritual atau kebiasaan yang berkesinambungan. Temuan ini berguna bagi manajer sumber daya manusia dalam mengelola karyawan, mulai dari proses seleksi. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya manajemen sumber daya manusia dimulai dari perencanaan yaitu ketepatan dalam pemilihan pegawai, penanaman visi-misi dan tujuan organisasi di masing-masing dimulai dengan indoktrinasi sejak pengangkatan pegawai baru. Penelitian selanjutnya dengan desain penelitian yang lebih baik diperlukan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan meminimalkan keterbatasan penelitian tentang topik.

Penulis: Yanis Kartini, Nursalam, Ahsan, Khamida, Immatul Faizah, Ratna Yunitasari

Link Scopus:

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85130422706&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nursalam&st2=&nlo=1&nlr=20&nls=count-f&sid=5a618f12d2aac1f8e794b33e995d7973&sot=anl&sdt=aut&sl=29&s=AU-ID%28%22Nursalam%22+57223653289%29&relpos=1&citeCnt=0&searchTerm=

Link Jurnal: https://blog.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/3107