Universitas Airlangga Official Website

Faktor Risiko Kematian Intra-hospital pada Pasien Kanker Kandung Kemih: Studi Observasional di Indonesia

Ilustrasi penderita Batu saluran kemih (sumber: siloam)

Pembuka Kanker kandung kemih adalah jenis neoplasma saluran kemih yang sering ditemukan pada pria dan wanita. Penyakit ini menjadi perhatian besar di dunia kesehatan karena tingkat morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Sebuah studi retrospektif selama lima tahun yang dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan tersier terbesar di Indonesia memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang memengaruhi kematian di rumah sakit pada pasien dengan BC.

Isi Tulisan Kanker kandung kemih adalah salah satu jenis kanker yang kompleks dan mahal dalam diagnosis serta pengobatannya. Studi ini melibatkan 219 pasien yang dirawat antara Januari 2019 hingga Desember 2023, dengan 45,2% di antaranya meninggal dunia selama perawatan di rumah sakit. Berdasarkan analisis multivariat, beberapa faktor risiko utama kematian intra-rumah sakit pada pasien BC telah diidentifikasi. Pasien yang tidak menjalani kontrol rutin memiliki risiko kematian 6,2 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang melakukan kunjungan teratur. Selain itu, penyebaran kanker ke organ lain atau metastasis meningkatkan risiko kematian hingga 3,6 kali lipat. Kondisi diabetes melitus tipe 2 juga ditemukan meningkatkan risiko kematian sebesar 4,5 kali lipat, sementara pasien yang menjalani terapi radiasi memiliki risiko hingga 21 kali lebih besar untuk mengalami kematian. Di sisi lain, penggunaan pengobatan tradisional tampaknya menurunkan risiko kematian, meskipun temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini menyoroti pentingnya kunjungan teratur dan pengelolaan metastasis sebagai faktor dominan dalam prognosis pasien kanker kandung kemih. Pasien dengan dua atau lebih komorbiditas juga menunjukkan hasil yang kurang baik, sehingga membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif.

Simpulan Studi ini menyoroti pentingnya deteksi dini, pengelolaan komorbiditas, dan edukasi pasien untuk memastikan kunjungan kontrol yang teratur. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan angka kematian akibat kanker kandung kemih di Indonesia. Studi prospektif dengan sampel lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif.

Nama: Dr. dr. Wahjoe Djatisoesanto, Sp.U(K)

NIP: 19611031 198812 1 002

Nomor HP: 08123577947

Judul dan doi artikel jurnal: Observational study of in-hospital mortality risk from bladder cancer (http://dx.doi.org/10.1097/MD.0000000000039412)