Koordinator Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Purnawan Basundoro MHum yang mengenakan kemeja biru duduk bersama akademisi lainnya saat mengikuti agenda “Pelatihan Menyusun Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata di Kota Surabaya” pada Sabtu (24/10/2026) (foto: Istimewa)

FIB UNAIR Gelar Pelatihan Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata Surabaya

188 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Sejak lama, Surabaya terkenal dengan julukan Kota Pahlawan. Berbagai peninggalan sejarah bertebaran hampir pada penjurut titik kota. Oleh karena itu, kawasan bersejarah dan bangunan cagar budaya di kota tersebut kerap menjadi tulang punggung destinasi pariwisata. 

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengoptimalkan pengelolaan pariwisata di Kota Surabaya, kehadiran pemandu wisata yang kompeten menjadi elemen krusial. Berdasarkan urgensi tersebut, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama HPI Surabaya dan Disporapar menggelar pelatihan pemandu wisata pada Sabtu (24/10/2026). Pelatihan ini bertujuan memperkuat wawasan sejarah kota sebagai bekal pendampingan wisatawan di Kota Surabaya. 

 Suasana penyampaian materi dalam agenda “Pelatihan Menyusun Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata di Kota Surabaya” pada Sabtu (24/10/2026) (foto: Istimewa)
Suasana penyampaian materi dalam agenda “Pelatihan Menyusun Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata di Kota Surabaya” pada Sabtu (24/10/2026) (foto: Istimewa)
Narasi Sejarah Memikat Guna Dongkrak Wisata Surabaya 

Koordinator Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Purnawan Basundoro MHum menyebut kegiatan ini merupakan rangkaian agenda dari pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertema “Pelatihan Menyusun Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata di Kota Surabaya” di bawah kepemimpinannya. Selaku ketua, ia menekankan peran kampus terhadap masyarakat dalam meningkatkan kompetensi pemandu wisata saat menyajikan narasi sejarah yang memikat namun tetap bernilai akademis. 

“Pelatihan ini berkontribusi meningkatkan daya tarik wisata Surabaya. Mengingat status Kota Pahlawan sebagai destinasi bersejarah yang wisatawan domestik dan luar negeri minati,” ungkapnya.

Senada dengan Prof Purnawan, Wakil Dekan I FIB UNAIR, Prof Dr Sarkawi B Husain MHum yang menegaskan bahwa kerjasama antara Fakultas Ilmu Budaya dengan Disporapar Kota Surabaya harus dilanjutkan. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan kegiatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kupas Tuntas Sejarah Kawasan Ikonik Kota Pahlawan 

Penyajian materi dalam agenda “Pelatihan Menyusun Narasi Sejarah untuk Pemandu Wisata di Kota Surabaya” ini terbagi ke dalam dua sesi. Pada sesi pertama Prof Dr Purnawan Basundoro MHum berkesempatan memaparkan perkembangan kawasan Eropa. Kawawan tersebut yang kini masyarakat kenal sebagai Kota Lama Surabaya. Kemudian materi berlanjut dengan Dr Shinta Devi ISR MHum yang mengulas perkembangan kawasan Pecinan. Pada akhir, Dr Samidi MHum yang mengupas sejarah kawasan Tugu Pahlawan.

Semetara itu, sesi kedua berlanjut mengulas perkembangan kawasan Tunjungan oleh Edy Budi Santoso SS MA serta Arya Wanda Wirayuda SHum MA yang membedah sejarah kawasan Ampel. Sebanyak 60 peserta yang mengikuti acara tersebut berpartisipasi hingga petang menjelang. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top