Sulap Rempah Pekarangan jadi Pangan Inovatif, Ibu-Ibu Bahoea Reko-Reko Pukau Pameran di Morowali

183 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Di tengah masifnya pergerakan industri ekstraktif serta ekspansi monokultur di Kabupaten Morowali, sebuah gebrakan ekonomi kreatif berbasis komunitas muncul dari Desa Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat. Berawal dari pemanfaatan pekarangan rumah, kelompok ibu-ibu rumah tangga lokal yang tergabung dalam Kelompok Cahaya Rempah Morowali buatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kawasan Transmigrasi Bungku Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mengolah rempah desa menjadi produk pangan dan herbal berkualitas tinggi. Karya tersebut tampil dalam ajang Pameran Dharma Wanita Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali.

Inisiatif yang lahir dari kolaborasi bersama Tim Penggerak PKK Desa Bahoea Reko-Reko, Tim Ekspedisi Patriot Bungku UNAIR, serta Kementerian Transmigrasi RI ini berfokus penuh pada komersialisasi tiga produk unggulan. Produk pertama yaitu Seraikita, sebuah inovasi minuman serai instan yang praktis, higienis, dan kaya akan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Selanjutnya ada Serulengku, produk olahan serundeng berbahan dasar lengkuas yang gurih dan tinggi serat sebagai taburan lauk pauk sehat. Selain itu, mereka juga meluncurkan Rempah Kering Premium yang memanfaatkan olahan daun pandan, lengkuas, dan serai murni melalui proses pengeringan berstandar kebersihan tinggi demi menjaga aroma alami serta kepraktisan penggunaan harian.

“Kami mengolah potensi rempah dari pekarangan rumah sendiri menjadi produk yang higienis, praktis, dan punya nilai jual tinggi. Hadirnya inovasi ini membuat kami para ibu rumah tangga bisa mandiri secara finansial dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Raffi, Perwakilan Kelompok Cahaya Rempah Morowali.

Kehadiran tiga produk inovatif ini bukan sekadar kegiatan mengolah masakan biasa. Melainkan buah kerja keras dan ketelitian ibu-ibu rumah tangga yang secara langsung mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. Lewat pengolahan rempah ini, mereka secara nyata mendorong keberhasilan SDGs 1 mengenai Desa Tanpa Kemiskinan serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa. 

Langkah tersebut mengubah peran ibu rumah tangga dari sekadar pengelola domestik menjadi pelaku ekonomi produktif yang mampu memberikan nilai tambah (value-added) signifikan pada harga jual serai maupun lengkuas, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Di samping itu, inisiatif ini turut menyokong ketercapaian SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menghadirkan alternatif konsumsi herbal dan pangan alami yang bebas pengawet sintetis. Dari kacamata pemberdayaan perempuan, program ini merealisasikan SDGs 5 terkait Kesetaraan Gender karena berhasil membuka ruang kepemimpinan serta kemandirian finansial bagi perempuan desa melalui wadah kelompok usaha bersama.

Usaha ini juga menerapkan prinsip SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan pola produksi olahan berbasis bahan lokal terbarukan yang ramah lingkungan dan minim limbah.

“Kolaborasi TEP UNAIR bersama PKK dan Kementerian Transmigrasi mendampingi ibu-ibu dari hulu ke hilir, mulai dari standarisasi olahan hingga pengemasan modern. Produk lokal ini membuktikan bahwa potensi desa transmigrasi sanggup bersaing dan mendukung akselerasi SDGs Desa,” ungkap Raffi, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot Bungku UNAIR.

Di arena pameran, stan Desa Bahoea Reko-Reko sukses menyedot perhatian para pengunjung lewat tampilan produk yang sangat profesional. Berbeda dari citra olahan kampung pada umumnya, produk buatan ibu-ibu ini hadir dalam kemasan kedap udara yang rapi, desain label modern, serta kelengkapan informasi nilai gizi yang jelas.

“Tampilan produk yang menarik dan standar kebersihan yang terjaga menjadi modal utama kami. Target kami berikutnya adalah membawa Seraikita, Serulengku, dan Rempah Kering ke etalase ritel, toko oleh-oleh, hingga pemenuhan kebutuhan konsumsi para pekerja industri di wilayah Morowali,” pungkasnya optimis.

Melalui partisipasi dalam Pameran Dharma Wanita ini, produk Seraikita, Serulengku, dan Rempah Kering Premium siap melangkah ke tahap komersialisasi yang lebih luas. Kerja keras dari dapur rumah tangga ini membuktikan bahwa produk lokal berkualitas tinggi mampu tumbuh subur dan bersaing secara mandiri dari akar rumput.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top