UNAIR NEWS – Deteksi dini penyakit kardiovaskular menjadi salah satu agenda utama dalam pengabdian masyarakat internasional yang digelar oleh Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan yang berlangsung di Pusat Komuniti Limpahan Kasih One Stop Centre Aman Bistari, Puchong, Kuala Lumpur, pada Rabu (20/5/2026) ini menghadirkan layanan skrining jantung berbasis digital.
Pemeriksaan non-invasif modern ini dipimpin oleh spesialis jantung, dr Rerdin Julario SpJP(K). Tim pengabdi menggunakan perangkat digital portable Kardia AliveCor untuk memetakan faktor risiko penyakit jantung serta mendeteksi kelainan irama jantung (aritmia) pada kelompok masyarakat usia produktif dan remaja yang hadir.
Langkah Preventif
Menurut dr Rerdin, pemeriksaan ini menjadi langkah preventif mengingat meningkatnya kasus gangguan jantung akibat stres dan pola tidur yang buruk. “Selain menggunakan alat digital, kami mengajarkan metode MENARI (Meraba Nadi Sendiri). Dengan cara ini, mereka bisa sadar terhadap detak jantungnya dan mengetahui kelainan irama jantung secara mandiri,” ungkapnya.

Keberhasilan layanan skrining massal ini tak lepas dari kekompakan 18 mahasiswa doktoral FK UNAIR yang turun ke lapangan. Delegasi ini bukan hanya berisi dokter. Melainkan wujud nyata kolaborasi multidisiplin yang terdiri dari bidan, perawat, ahli teknologi laboratorium medik, peneliti, dosen, hingga ahli kesehatan masyarakat. Seluruh anggota tim bergerak sinergis saling melengkapi, memastikan proses deteksi dini berjalan efisien dan teratur.
Selama pemeriksaan, tim kesehatan multidisiplin ini mengidentifikasi beberapa peserta yang memiliki faktor risiko awal seperti denyut jantung tidak teratur. Mereka yang memerlukan pemantauan lebih lanjut langsung mendapatkan rekomendasi medis serta edukasi gaya hidup sehat secara personal.
Inisiatif dari universitas asal Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan pengelola komunitas lokal, Ustad Md Zawawi Ramli. “Program sebegini boleh diteruskan dan dikembangkan lagi agar manfaatnya tersebar luas. Usaha ini juga boleh disusun semula secara teratur bagi menentukan golongan sasar yang terlibat supaya tindakan pemeriksaan kita bisa lebih fokus,” ujar Ustad Zawawi.
Penulis: Tim Humas International Community Service and Student Outbound Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran
Editor: Yulia Rohmawati





