UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong pemanfaatan potensi hasil peternakan Kabupaten Lamongan menjadi produk pangan inovatif. Upaya tersebut terwujudkan melalui pelatihan pengolahan hasil peternakan bagi sekitar 70 warga dan pelaku UMKM di Halaman Guest House Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, Selasa (29/9/2026).
Pelatihan tersebut menjadi tahap awal rangkaian pencanangan desa binaan FKH UNAIR di Lamongan. Peserta mengikuti seri pelatihan pembuatan mie chlorella berbahan dasar telur/daging bebek serta pembuatan yoghurt dengan berbagai varian rasa.
Kembangkan Potensi Bebek
Pengolahan telur dan daging bebek menjadi mie chlorella menjadi salah satu bentuk inovasi yang FKH UNAIR perkenalkan kepada masyarakat. Produk tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana hasil peternakan dapat diolah menjadi pangan dengan bentuk dan nilai tambah baru.
Ketua Pelaksana kegiatan, Prof Dr Widjiati drh MSi mengatakan kegiatan tersebut berkaitan dengan pengembangan desa binaan FKH UNAIR yang akan mendapatkan pendampingan selama dua tahun di Desa Klagensrampat. Pendampingan menapat arahan agar pelatihan yang terlaksana dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Targetnya, pelatihan ini berdampak dan berkelanjutan. Kami berharap UMKM dapat mengembangkan ini sebagai produk lokal olahan khas Lamongan,” jelasnya.
Pengembangan desa binaan tersebut merupakan bagian dari upaya FKH UNAIR membangun jejaring desa binaan peternakan di Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Kedekatan geografis ketiga wilayah dengan Surabaya dan satu sama lain menjadi peluang untuk memperluas dampak pendampingan serta mendorong pengelolaan potensi peternakan secara berkelanjutan.
Perkenalkan Olahan Susu Kambing
Selain komoditas bebek, para peserta juga berkesempatan mengikuti proses pemanfaatan susu kambing melalui pelatihan pembuatan dan uji rasa yoghurt. Berbagai varian rasa tersaji, termasuk yoghurt dengan varian gula aren.
“Kami melihat sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan memiliki potensi sebagai penghasil susu kambing. Namun, pemanfaatan susu kambing tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan melalui diversifikasi produk olahan,” ujar dosen FKH tersebut.
Pengenalan yoghurt menjadi salah satu bentuk upaya FKH UNAIR mempertemukan potensi hasil peternakan lokal dengan inovasi pengolahan pangan. Pengetahuan tersebut nantinya dapat membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis bahan baku lokal.
Sinergi FKH UNAIR dan Pemkab Lamongan
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara ST BEng MSc mengapresiasi kolaborasi FKH UNAIR dalam pembinaan desa di Kabupaten Lamongan. Ia menyebut agribisnis sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“PR kita adalah menjadikan Lamongan sebagai lumbung protein. Maka dari itu, ini menjadi sinergi yang sangat menarik antara FKH UNAIR dan Kabupaten Lamongan untuk bisa terus meningkatkan perekonomian di sektor peternakan,” ujarnya. Sementara itu, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan peresmian desa binaan oleh Bupati Lamongan dan Dekan FKH UNAIR serta peninjauan lokasi kandang yang akan warga terima.
Penulis: Erika Eight Novanty
Editor: Ragil Kukuh Imanto








